3 Faktor Sebabkan Indonesia Jadi Jawara Ekspor Minyak Sawit Dunia

Pada tahun 2005 silam, terjad perubahan atas popularitas komoditas minyak nabati dunia. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap keberadaan minyak sawit. Secara global, minyak sawit mentah (CPO) dan minyak kernel (CPKO) menjadi pusat perhatian dunia karena potensi keduanya sebagai bahan baku minyak nabati untuk minyak makanan dan non-makanan.

Setahun berikutnya, tepatnya pada tahun 2006, Indonesia berhasil menjadi produsen terbesar minyak sawit dunia. Keberhasilan Indonesia tersebut menjadi momentum kuat sebagai negara tropis di Asia dan mengungguli negara tetangganya, yaitu Malaysia.

Keberhasilan Indonesia menjadi jawara minyak nabati dunia, secara umum, dipengaruhi 3 faktor, yaitu, pertama, luasnya lahan pertanian dan perkebunan yang memiliki kesesuaian lahan untuk bercocok tanam kelapa sawit. Kedua, keberadaan iklim tropis yang mampu menunjang kesuburan tanaman kelapa sawit. Dan ketiga, kemampuan benih unggul sawit yang diproduksi sendiri memiliki tingkat produktivitas hasil panen yang tinggi.

Ketiga faktor tersebut membuat perkebunan kelapa sawit kian subur tumbuh di Indonesia. Perkebunan kelapa sawit telah menjadi tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakat pedesaan di berbagai pelosok. Modal utama mereka hanya berasal dari luasnya lahan pertanian dan perkebunan.

Karena hanya memiliki kekayaan alam berupa lahan, perekonomian mereka bisa terbangun bila mereka berhasil mengelolanya Di sisi lain, kemampuan praktik budidaya yang terbatas dari sebagian besar masyarakat pedesaan juga menjadi bumerang bagi pengembangan lahan perkebunan. 

Sumber: Infosawit.com