4 Pembangkit Listrik Diuji Coba Pakai Bahan Bakar Sawit

PT PLN (Persero) melakukan ujicoba penggantian bahan bakar pada empat pembangkit listrik dengan menggunakan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPPO). ‎Hal tersebut merupakan upaya membuat Indonesia lebih berdaulat.

Direktur PLN Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, empat pembangkit yang diujicoba menggunakan bahan bakar CPO merupakan pembangkit cadangan. 

PT PLN (Persero) melakukan ujicoba penggantian bahan bakar pada empat pembangkit listrik dengan menggunakan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPPO). ‎Hal tersebut merupakan upaya membuat Indonesia lebih berdaulat.

Direktur PLN Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, empat pembangkit yang diujicoba menggunakan bahan bakar CPO merupakan pembangkit cadangan. 

“Itu mesin cadangan, kalau empat itu oke lainnya baru berani. Empat posisi enggak beroperasi,”‎ kata Djoko, di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Empat pembangkit yang diujicoba adalah, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Batakan 50 Megawatt (MW) di Balikpapan, Kalimantan Timur, PLTD Supa di Pare-Pare dengan kapasitas 62 MW dan PLTD Kanaan di Bontang, Kalimantan Timur dengan kapasitas pembangkit listrik sebesar 10 MW, dan‎ Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)‎ Jayapura dengan kapasitas 10 MW di Papua.

Djoko mengungkapkan, penggantian bahan bakar pembangkit dari Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi CPO bertujuan untuk menekan impor BBM. Dampak selanjutnya diharapkan dapat menghemat devisa Indonesia sehingga bisa membuat rupiah lebih stabil.

“Berikutnya tidak mengunakan dolar lagi, kita pakai rupiah tidak tepengaruh dolar, diharapkan rupiah bisa menguat devisa,” tutur dia.

Djoko melanjutkan, penggunaan CPO akan memberikan kesempatan penyerapan produksi kelapa sawit petani lokal, serta tidak terpengaruh tekanan luar negeri karena CPO berasal dari dalam negeri.

‎”Bedanya impor saja. Kalau tidak kita beri kesempatan petani, kearifan lokal kita gunakan. Bukan masalah murah tidak murah,” dia menandaskan.

SumberL Liputan6.com