,

Arah Harga Minyak Goreng Mengikuti Penurunan Harga CPO

Penurunan harga minyak kelapa sawit (CPO) yang terus berada di bawah US$ 500 per metrik ton dinsinyalir menyebabkan harga minyak goreng juga ikut turun.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menyatakan sejak November lalu, harga minyak goreng mengalami penurunan dikarenakan harga minyak kelapa sawit yang terus turun.

“Gara-gara harga minyak CPO turun ke 6.500 per kilogram. Sekarang minyak goreng di lapangan Rp 9.000-8.500 per liter, tren terjadi sejak November kemarin,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (20/12).

Adapun harga minyak goreng yang benar, menurut Sahat, menyesuaikan dengan ketentuan yang tertera di Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Dalam aturan tersebut tertera bahwa harga acuan penjualan di Konsumen untuk komoditas minyak goreng curah di Rp 10.500 per liter dan harga minyak goreng kemasan sederhana di Rp 11.000 per liter.

Mengutip informasi harga pangan.id, harga rata-rata minyak goreng memang tengah mengalami penurunan. Secara hitungan rata-rata, harga komoditas tersebut di seluruh provinsi pada awal Oktober adalah Rp 12.100 per kg. Pada awak November turun menjadi Rp 11.750 per kilogram. Sedangkan di awal Desember senilai Rp 11.600 per kg.

Lebih rinci pada seri komoditasnya, harga minyak goreng curah pada awal Oktober adalah Rp 9.750 per kg, di awal November senilai Rp 9.600 per kg dan di awal Desember senilai Rp 9.250 per kg.

Namun demikian, investor relation PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menyampaikan kondisi turunnya harga CPO seharusnya tidak terlalu mempengaruhi harga minyak goreng. “Meskipun sebagian minyak goreng dibuat dari CPO, namun harga minyak goreng tetap lebih dipengaruhi dengan tingkat pasokan dan permintaannya di pasar,” katanya.

Kalaupun ada dampak, menurutnya akan sangat kecil. SGRO memang tidak memiliki produk minyak goreng, namun penjualan CPO mereka mayoritas ditujukan kepada perusahaan produsen minyak goreng seperti PT Wahana Citra Nabati dan PT Sumber Indah Perkasa.

 

Sumber: Kontan.co.id