Bank Targetkan Kredit Ekspor Impor Tumbuh Dua Digit

Regulator mendorong perbankan memperbesar pembiayaan ke sektor yang berorientasi ekspor seperti pengiriman ikan, pertambangan, dan crude palm oil (CPO) untuk memupuk pertumbuhan kredit bank tahun ini.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) jadi salah satu bank yang berusaha menggenjot pembiayaan ke sektor tersebut. Tahun ini BNI menargetkan pertumbuhan pembiayaan di sektor itu bisa tumbuh 36,5% secara year on year (yoy).

Sepanjang semester 1-2019, BNI mencatatkan pertumbuhan pembiayaan ekspor impor sebesar 45,4% yoy. “Mayoritas pembiayaan tersebut diberikan kepada perusahaan perdagangan dan manufaktur yang sebagian besar berorientasi ekspor,” ungkap Direktur Bisnis Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo, Kamis (11/7).

Untuk mencapai target hingga ujung tahun, Rico bilang, kantor cabang luar negeri BNI yang ada di Singapura, Hongkong, Tokyo, Seoul, London, New York akan aktif mengeksplorasi nasabah-nasabah Indonesia terkait yang ada di wilayah kelolaannya untuk menggunakan fasilitas perbankan dari BNI.

Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil menorehkan pertumbuhan
kredit ekspor sebesar 11% yoy per Mei 2019 menjadi Rp 2 triliun. Sedangkan kredit impor meningkat sebesar 52% yoy menjadi Rp 6 triliun.

Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA mengatakan, kenaikan penyaluran kredit tersebut terutama berasal dari industri logam dasar, makanan pokok, bahan bangunan dan besi konstruksi lainnya serta tekstil.

Sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan pembiayaan di sektor ini tumbuh sekitar 12%-14% yoy. Sepanjang paruh 1-2019, Bank Mandiri telah menorehkan pertumbuhan volume ekspor impor dari sisi trade finance sebesar 9,7%.

Untuk mencapai target, Bank Mandiri akan menggenjot ekspansi ke segmen small medium enterprise (SME) dengan tetap menjaga pertumbuhan di segmen korporasi dan komersial. Sekretaris Bank Mandiri Rohan Hafas bilang, pertumbuhan kredit di sektor ini pada semester I-2019 terutama ditopang oleh volume impor yang naik 24,7% yoy. Sedangkan volume ekspor cenderung flat.

 

Sumber: Harian Kontan