Berkembangnya Bahan Bakar Nabati Indonesia Didukung Kebijakan Nasional

 

Hingga Mei 2007, Indonesia telah memiliki empat industri besar yang memproduksi biodiesel dengan kapasitas 620.000 ton per tahun. Industri-industri tersebut adalah PT. Eterindo Wahanatama (120.000 ton/tahun), PT. Sumi Asih (100.000 ton/tahun), PT. Indo BBN (50.000 ton/ tahun), PT. Wilmar Bioenergy (350.000 ton/ tahun), dan PT. Musi Mas (100.000 ton/tahun). Selain itu juga terdapat industri-industri Energi Alternatif Indonesia, dan beberapa BUMN.

Peluang untuk mengembangkan potensi pengembangan biodiesel di Indonesia cukup besar, mengingat saat ini penggunaan minyak solar mencapai 40 persen pengunaan BBM untuk transportasi. Sedang pengunaan solar pada industri dan PLTD adalah sebesar 74 persen dari total penggunaan BBM pada kedua sektor tersebut. Bukan hanya karena untuk mengantikan solar, peluang besar biodiesel juga disebabkan kondisi alam Indonesia. Indonesia memeiliki beraneka ragam tanaman yang dapat dijadikan sumber bahan bakar biodiesel seperti kelapa sawit dan jarak pagar. Pada saat ini, Biodiesel (B-5) sudah dipasarkan di 201 pom bensin di jakarta dan 12 pom bensin di surabaya.

Sumber: Sawitindonesia.com