Biodieselnya Dihambat, RI Siap Lawan Uni Eropa di WTO

Pemerintah menyatakan telah melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi rencana Uni Eropa menerapkan bea masuk imbalan sementara pada produk biodiesel. Pemerintah juga menyatakan siap jika masalah tersebut berujung pada sengketa (dispute).

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Senin (29/7/2019).

“Iya (persiapan termasuk dispute), karena itu adalah pekerjaan, memang tugas di Kemeterian Perdagangan,” kata Darmin.

Darmin sendiri pada hari ini memanggil perwakilan dari Kementerian Perdagangan untuk meminta laporan atas apa saja yang telah dilakukan. Kemudian, Darmin bilang, pemerintah sendiri bukan pertama kali bersengketa.

“Kita mendengarkan penjelasan mereka apa saja yang sudah lakukan. Dan mereka telah berkomunikasi beberapa, berkali-kali dengan Komisi Eropa sehubungan adanya, sebenarnya kita sudah pernah berperkara dibawa ke WTO kemudian kita memenangkannya. Mereka menjelaskan persiapan apa saja yang mereka lakukan untuk antisipasi langkah-langkah dari Komisi Eropa,” papar Darmin.

“Termasuk persiapan untuk kalau mereka teruskan, persiapan untuk dispute dan sebagainya di WTO,” tambah Darmin.

Meski begitu, Darmin menjelaskan, besaran bea masuk 8-18% bukanlah angka final. Pemerintah sendiri belum mendapat pemberitahuan resmi.

“Tapi apa yang muncul 8-18% itu sama sekali belum final itu sesuatu yang baru disampaikan Uni Eropa, kalau tidak September baru ada posisi, sementara kita terus melalui (kementerian) Perdagangan akan komunikasi dengan mereka. Katanya belum sampai juga di Kementerian Perdagangan,” ungkap Darmin.

Sumber: Detik.com