Biolilin Sawit untuk Industri Batik

 

 

Industri batik merupakan salah satu industri asli Indonesia yang ditetapkan UNESCO sebagai industri Warisan Kemanusiaan untuk  budaya lisan dan non bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity)  tanggal 2 Oktober 2009. Industri batik nasional makin berkembang terus kedepan dengan makin meningkatnya penduduk, pendapatan, dan kecintaan masyarakat terhadap produk batik.

Berkembangnya industri batik, meningkatkan kebutuhan akan bahan baku yang diperlukan proses produksi batik, diantaranya Malam/Lilin (Wax). Untuk setiap tahun, penggunaan lilin untuk industri batik nasional diperkirakan sekitar 300 ribu ton per tahun. Kebutuhan lilin tersebut makin meningkat dengan makin menggeliatnya industri batik kedepan.

Selama ini kebutuhan Lilin untuk industri batik sebagian besar bersumber dari parafin yakni kimia turunan dari minyak bumi, yang sebagian besar diimpor.  Lilin dari paraffin (petrolilin) bersifat non-renewable, megeluarkan asap, meleleh sehingga tidak ramah lingkungan. Petrolilin ini berbeda dengan Biolilin yang berbahan baku minyak sawit (Biolilin Sawit) yang bersifat renewable, tidak mengeluarkan asap dan tidak meleleh (menguap) sehingga lebih ramah lingkungan.

Biolilin sawit untuk kebutuhan industri batik yakni sekitar 300 ribu ton pertahun  hanya memerlukan sekitar 750 ribu ton minyak sawit (CPO) sehingga dapat dipenuhi dari produksi CPO nasional yang mencapai sekitar 35-40 juta ton per tahun.

Selain industri batik, sektor-sektor industri kreatif lainya juga banyak menggunakan lilin seperti petrolilin aromaterapik, rumah tangga, kegiatan keagamaan.  Oleh karena itu, sudah saatnya Petrolilin digantikan dengan Biolilin sawit. Penggantian Petrolilin dengan Biolilin sawit selain menguntungkan dari segi lingkungan, juga meningkatkan local contentsekaligus membangun basis industri kreatif yang makin kuat di Indonesia.

Penggunaan  Biolilin sawit sebagai pengganti Petrolilin yang demikian juga sekaligus memperluas penggunaan minyak sawit di dalam negeri. Sehingga manfaat Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, makin luas dinikmati rakyat Indonesia.

 

Sumber: Sawit.or.id