Dana Insentif Biodiesel Periode Januari-Oktober Rp5,7 Triliun

 

JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) menyatakan kebutuhan dana untuk insentif program biodiesel pada periode lima (Januari-Oktober) tahun ini mencapai Rp5,7 triliun.

Dana tersebut untuk memberikan insentif pembelian biodiesel sebesar 1.407.778 kilo liter (kl). “Rata-rata besaran insentif dana biodiesel selama Januari- Oktober 2017 sebesar Rp4.054 per liter,” ujar Direktur Utama BPDB KS Dono Boestami dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Dana tersebut akan bertambah mengingat lembaga pengumpul dana bea keluar minyak sawit ini juga siap mengucurkan dana insentif untuk bauran solar dengan biodiesel ini pada periode November 2017 – April 2018.

“Prinsipnya kami siap menyalurkan dana untuk pembiayaan selisih kurang Harga Indeks Pasar (HIP) minyak solar dengan HIP Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel pada periode tersebut. Saat ini Perjanjian Pembiayaan BBN jenis Biodiesel antara BPDP KS dengan Produsen Biodiesel masih dalam proses penyelesaian untuk ditandatangani para pihak,” kata Dono Boestami.

Berdasarkan keputusan Menteri ESDM Nomor 3756 K/10/MEM/2017 tentang Penetapan Badan Usaha (BU) BBN Jenis Biodiesel dan Alokasi Besaran Volumenya untuk Pengadaan BBN Jenis Biodiesel pada Pertamina dan PT. AKR Corporindo Tbk periode November 2017 – April 2018, Menurut Dono, terdapat 20 produsen atau badan usaha BBN jenis biodiesel yang ditetapkan untuk menyalurkan biodiesel ke Pertamina dan delapan di antaranya menyalurkan ke PT AKR Corporindo Tbk.

Total volume alokasi penyaluran BBN jenis biodiesel dari 20 produsen tersebut sebesar 1.407.778 kl dengan rincian sekitar 1.383.778 kl untuk Pertamina dan 24.000 kl untuk PT AKR Corporindo.

Besaran volume tersebut ditetapkan berdasarkan kebutuhan solar nasional pada periode tersebut. Sektor yang mendapatkan pendanaan mencakup sektor Jenis BBM Tertentu (JBT)/PSO dan pembangkit listrik PLN.

 

Sumber: Okezone.com