Dorong Perusahaan Komitmen Kelapa Sawit Berkelanjutan

 

SINTANG, TRIBUN Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Henri Harahap, membuka lokakarya inisiasi penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa sawit Berkelanjutan Kabupaten Sintang, di Hotel My Home, Kamis (24/5).

Turut hadir sejumlah perwakilan dari OPD dan instansi vertikal di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Serta perwakilan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Sintang.

Asisten yang membidangi Pembangunan dan Perekonomian ini mengungkapkan bahwa sampai saat ini, perkebunan kelapa sawit merupakan sektor yang mendominasi dan bergerak di Kabupaten Sintang. “Sektor penghasilan masyarakat hingga saat ini lapangan usaha di sektor perkebunan. Makanya komitmen perusahaan perkebunan kelapa sawit terkait dengan penciptaan perkebunan sawit berkelanjutan perlu di tingkatkan,” katanya.

Pihaknya sangat mendukung keberadaan Non Government Organization (NGO) seperti World Wild Foundation (WWF) Indonesia yang telah banyak membantu pemerintah dalam menjembatani masukan dalam tata kelola perkebunan di Sintang.

“Adanya kebijakan Indonesian Sustainable palm oil (ISPO). mengharuskan legalitas yang cukup komprehensif oleh sebab itu keberadaan kelapa sawit berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting. Mari kita bekerja sama agar ekonomi kerakyatan kita bergerak maju dan lingkungan kita tetap lestari,” pungkasnya.

Perwakilan World Wild Foundation (WWF) Indonesia, Putra Agung, menyampaikan bahwa forum kelapa sawit berkelanjutan Indonesia (FoKSBI) ini merupakan forum multi sektor.

Dia menyatakan bahwa FoKSBI, ada yang menerima masukan dan ada pula yang memberikan rekomendasi dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan. “Forum ini ada sampai pada tingkat nasional dan internasional, merupakan forum diskusi yang membahas isu-isu seputar tata kelola perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Menurutnya hal-hal yang berkaitan dengan komponen penting untuk menjadi dalam strategi rencana aksi daerah kelapa sawit berkelanjutan akan kita bahas dalam lokakarya ini. “Diskusi ini dapat menghasilkan strategi dan inovasi, untuk memajukan perekonomian dan melindungi lingkungan dan menjaga forum bisnis kita yang ada di Sintang,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Pontianak