Dubes Pardede Tinjau Langsung Potensi Kerjasama Sawit Di Tanzania

 

Dubes RI untuk Tanzania, Ratlan Pardede menggelar lawatan ke sejumlah sentra potensi kerjasama sawit di Provinsi Kigoma.

Salah satunya ke perusahaan pemrosesan kelapa sawit berlisensi berbasis di Kigoma, Felisa Company Limited.

Di perusahaan tersebut, Pardede diterima langsung oleh CEO Hamimu Hongo, yang menyampaikan keinginannya untuk mendongkrak produksi kelapa sawit di wilayah Kigoma.

“Kami ingin membawa kelapa sawit Kigoma dari titik rendah menjadi komoditas yang terpercaya. Saat ini 95 persen kebutuhan edible oil Tanzania berasal dari kelapa sawit, dimana 80 persen dipasok oleh Provinsi Kigoma. Produksi Kigoma hanya mencapai 40.000 ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan domestik Tanzania,” jelas Hongo

Menurutnya, produksi kelapa sawit Kigoma masih rendah karena terkendala rendahnya kualitas benih, penggunaan peralatan pemrosesan yang sederhana, dan ketiadaan sistem pemasaran yang terorganisir.

Menanggapi hal tersebut, Pardede menyampaikan bahwa Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia, perlu menangkap peluang kerjasama tersebut dan berkontribusi dalam peningkatan produksi sawit Tanzania.

“Pengusaha Indonesia dapat berperan dalam memasok benih berkualitas dan peralatan pemrosesan sawit yang modern untuk pasar Tanzania, khususnya Kigoma. Selain itu, pemerintah Indonesia dapat mengirimkan ahli kelapa sawit untuk menularkan keahliannya dalam meningkatkan produksi kelapa sawit di Kigoma,” ujar Dubes Pardede dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/9).

Selain meninjau Felisa Company Limited, Pardede juga melakukan kunjungan ke Seed Change, Organisasi Non Profit Australia yang melakukan pembibitan benih sawit Tenera. Ia juga melawat ke Organisasi Pengembangan Industri Kecil (Small Industries Development Organization/SIDO) untuk melihat langsung pengolahan biji sawit menjadi minyak kernel dan sabun.

Peninjauan ketiga sentra potensi kerjasama sawit dilakukan Dubes Pardede sebagai bagian dari program pemetaan potensi daerah Tanzania di Provinsi Kigoma untuk dicocokkan dengan potensi Indonesia.

Dari sentra sawit, Pardede akan melanjutkan peninjauan lapangan ke Kigoma Special Economic Zone untuk melihat langsung potensi pengembangan investasi di wilayah ekonomi khusus tersebut. [ian]

 

Sumber: Rmol.co