Ekspor Indonesia Melejit Ditopang CPO Batubara

 

 

JAKARTA. Kinerja ekspor terus meningkat. Bahkan, nilai ekspor pada Agustus 2017 berhasil menciptakan rekor nilakerbesar baru sejak Oktober 2014, US$ 15,29 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2017 mencapai US$ 15,21 miliar atau meningkat 11,73% dibandingkan sebulan sebelumnya, dan tumbuh 19,24% Secara tahunan atau year on year (yoy).

Januari-Agustus 2017, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 108,79 miliar atau naik 17,58% yoy. “Ekspor migas maupun nonmigas sama-sama naik secara month on month (mom),” kata Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (15/9).

Nilai ekspor migas naik menjadi US$ 1,16 miliar menjadi US$ 1,28 miliar. Sedang ekspor nonmigas naik dari US$ 12,45 miliar menjadi US$ 13,93 miliar. “Kenaikan harga batubara, minyak sawit, minyak kernel, karet, tembaga, dan logam mendongkrak ekspor nonmigas,” ujar dia.

Harga rata-rata minyak sawit atau crude Palm Oil (CPO) di bursa Malaysia pada Agustus 2017 RM 2.677,91 per metrik ton, naik 4,31% dari rata-rata harga Juli. Pada periode yang sama,, harga rata-rata batubara di bursa Newcastle naik 12,72% menjadi US$ 92,01 per metrik ton.

Ekspor CPO pada Agustus US$ 2,06 miliar, tumbuh 22,31% dari Juli. Untuk batu bara, naik 3,81% menjadi sekitar US$ 1,71 miliar.

Kenaikan ekspor ini menjadikan neraca perdagangan surplus US$ 1,72 miliar, melonjak dari Juli yang defisit USS 274,4 juta. Secara kumulatif Januari-Agustus 2017, surplus neraca perdagangan sebesar USS 9,11 miliar atau naik 77,59% yoy.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini ekspor masih akan meningkat. Alasan dia, kegiatan ekspor cenderung semarak pada semester II.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan BI, Dody Budi Waluyo pun sepakat. Mengingat, kurs rupiah saat ini cukup kompetitif.

Tapi, kenaikan ekspor yang dipicu ekspor CPO dan batubara sesungguhnya rentan bagi Indonesia. Tatkala harga keduanya turun, nilai ekspor bakal goyah lagi. Akan lebih aman jika ekspor ini ditopang oleh non-komoditas.

Ghina Ghaliya Quddus

 

Sumber: Harian Kontan