Ekspor Sawit Diperkuat Melalui Misi Dagang Ke Taiwan

 

Arlinda menggarisbawahi bahwa sektor minyak kelapa sawit memainkan peranan penting dalam pengentasan kemiskinan  di  Indonesia,  sumber  pendapatan  bagi  5,3  juta  lapangan  kerja  langsung,  dan  meningkatkan penghidupan 21 juta keluarga petani kecil.

Promosi minyak sawit diperkuat dalam misi  dagang  Kementerian Perdagangan RI di   Taiwan  yang  dipimpin  Direktur  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  (PEN) Arlinda dengan memboyong 79 pelaku usaha Indonesia. Misi dagang ini berlangsung pada 22- 25 Maret 2018 dalam rangkaian pameran Indonesian Week 2018.

Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Taiwan pada 2017 mencapai USD 2,09 juta atau meningkat sebesar 27,39% dibanding  tahun sebelumnya yang sebesar USD 1,64 juta. Sementara itu, impor minyak kelapa sawit Taiwan pada 2017 dari pasar dunia mencapai USD 176,17 juta dengan kontribusi pangsa pasar minyak kelapa sawit di Taiwan hanya 4,66%.

Indonesia berkomitmen memperbaiki cara produksi agar lebih berkelanjutan secara ekonomi, lingkungan, dan sosial.  Menurut  skema  Roundtable  Sustainable  Palm  Oil  (RSPO),  Indonesia  merupakan  produsen  terbesar Certified  Sustainable   Palm  Oil.  “Indonesia   siap   memenuhi  permintaan   minyak   sawit   lestari  100%   yang berkualitas tinggi.  Saat ini Indonesia memasok 6,58 juta ton atau lebih dari setengah CSPO di pasar global,” tegas Arlinda.

Selain itu, Indonesia juga mempromosikan kopi. Sebagai  produsen  kopi  terbesar  ke-4  dan  eksportir  kopi  terbesar  ke-7  di  dunia.  Di  antara  kopi berkualitas tinggi  dari Indonesia, yang umumnya dikenal di dunia sebagai “Kopi Premium” adalah kopi Jawa, Mandailing,  Gayo,  dan  Toraja.  Ekspor  kopi  Indonesia  ke  dunia  pada  tahun  2017  tumbuh  sebesar  17,71% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, ekspor kopi Indonesia ke Taiwan pada 2017 sebesar USD 18,49 juta. Potensi ini diyakini dapat terus ditingkatkan.

Sementara pada kegiatan business matching, 79 pengusaha Indonesia akan dipertemukan dengan 144 pelaku usaha  Taiwan.  “Diharapkan  para  pelaku  bisnis  dari  kedua  pihak  dapat  menggunakan  kesempatan  ini  untuk menjalin hubungan dan berdiskusi lebih detail mengenai produk dan jasa yang diminati,” ujar Arlinda.

 

Sumber: Sawitindonesia.com