El-Nino Belum Jadi Ancaman Sawit di 2019

Dalam laporan terbaru Rabobank, minyak kelapa sawit di 2019 diprediksi akan bearish. Perkiraan ini didasarkan pada meningkatnya persediaan minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, kendati ada ancaman iklim El Nino yang perlu diantisipasi, lantas permintaan yang lebih tinggi dari Cina dan India.

Dalam laporan tersebut menyebutkan, sekitar 65% kemungkinan akan terjadi El-nino di 2019, walaupun belum diketahui pasti apakah iklim tersebut akan muncul di tahun ini. Secara fakta, iklim El-Nino bakal berdampak pada cuaca kering yang bisa menyebabkan produksi minyak sawit lebih rendah pada Kuartal I di 2019.

Rabobank juga mencatat, diperkirakan permintaan minyak kelapa sawit dari India dan Cina bakal membaik. Sebeumnya impor minyak nabati India pada bulan Desember 2018 meningkat 6,7% mencapai sekitar 1,15 juta ton.

Kendati demikian pada awal Januari 2019, persediaan di pelabuhan dan kegiatan pompa minyak nabati India turun 7,5% setiap bulan, menjadi 2,02 juta ton, karena konsumsi yang lebih tinggi pada bulan Desember.

Rabobank memperkirakan India akan mengimpor lebih banyak minyak sawit pada bulan Januari saat minyak minyak sawit akan membaik. Adanya kebijakan pengurangan bea masuk minyak sawit ke India juga akan membuat minyak kelapa sawit lebih menarik dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.

Sementara itu, dari laporan Rabobank yang dikutip www.spglobal.com, persediaan minyak sawit domestik Cina agak rendah, karena konsumsi sebelum Tahun Baru Imlek. Pada awal Januari, persediaan minyak kelapa sawit Cina mengalami penurunan sebesar 19,8% dibanding tahun lalu, menjadi sekitar 513.100 ton, kondisi demikian mendorong Cina untuk melakukan pembelian minyak sawit pada Januari.

Sayangnya persediaan minyak sawit Malaysia naik pada bulan Desember ke rekor tertinggi 3,2 juta ton karena peningkatan marginal dalam ekspor kelapa sawit dan penurunan yang lebih rendah dari perkiraan dalam produksi pada bulan Desember.

Sementara pada bulan November, persediaan minyak sawit di Indonesia turun 11,7% dalam sebulan ke 3,9 juta ton, dari catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Sumber: Infosawit.com