Energi Ramah Lingkungan dari Sawit Siap Dinikmati Masyarakat Belitung

 

 

Salah satu bentuk energi baru dan terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan yakni biogas yang berasal dari limbah cair kelapa sawit yang bisa menjadi sumber untuk pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sekarang dapat menyalurkan listrik untuk sebagian masyarakat di Belitung.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebut, penggunaan listrik berasal dari biogas tersebut bisa menjadi energi alternatif bagi masyarakat Belitung. Menurut catatan Kementerian ESDM, setiap satu meter kubik dari biogas sanggup untuk menyalurkan daya setiap jam sebesar 6.000 watt.

“Hal tersebut sangat menarik sekali, karena dengan hadirnya PLTBg Jangkang tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan kelapa sawit tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di PLTBg Jangkang, Belitung, Jumat (15/12/2017).

Menurut Arcandra, rerdapat beberapa manfaat PLTBg Jangkang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar Belitung. Dia menyebut,  PLTBg Jangkang Belitung tiap tahunnya mampu mengaliri listrik dengan kapasitas faktor lebih dari 80 persen dari kapasitas pembangkitnya yaitu sekitar 12 juta kWh per tahun.

“Untuk 1,8 MW dapat mengaliri listrik bagi kurang lebih 2 ribu pelanggan dengan kapasitas 900 VA,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, biogas juga dapat digunakan sama halnya dengan gas alam karena mengandung metana (CH4), baik untuk bahan bakar rumah tangga, bahan bakar kendaraan maupun pembangkit tenaga listrik. Perbedaannya selain mengandung metana, biogas juga mengandung sekitar 40 persen karbondioksida (CO2).

Biogas juga dapat digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik dan bahan bakar lain tanpa menambah karbondioksida pada alam, tetapi justru membakar metana yang dihasilkan alam akibat pembusukan atau digestasi. Metana jika tidak dibakar dan lepas ke udara akan memiliki efek gas rumah kaca 21 kali lebih besar dari karbondioksida.

Oleh karena itu, Arcandra menilai pemanfaatan biogas sebagai bahan bakar bisa membantu mengurangi efek gas rumah kaca dibandingkan menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas karbondioksida dari pembakarannya.

“PLTBg Jangkang Belitung bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar lebih dari 25 ribu ton per tahun. Jumlah itu setara emisi gas rumah kaca yang dihasikan 5.281 mobil penumpang per tahun dari 2,81 juta liter konsumsi BBM,” ujarnya.

 

Sumber: Inews.id