EPOA Siap Bela Sawit Indonesia di Uni Eropa

JAKARTA – Melawan resolusi minyak sawit oleh Parlemen Uni Eropa, Indonesia tidak sendiri. Aliansi asosiasi industri Eropa yang tergabung dalam EPOA (European Palm Oil Alliance) siap membela minyak sawit Indonesia dalam melawan diskriminasi terhadap produk unggulan nasional tersebut.

”Kami adalah kawan Anda di Eropa. Kawan yang sesungguhnya adalah kawan yang saling membutuhkan,” kata Ketua EPOA Frans Claassen, dalam pertemuan dengan para pemangku kepentingan sektor kelapa sawit Indonesia di Jakarta.

Menurut Frans, EPOA hadir bukan untuk mempromosikan kelapa sawit Indonesia maupun Malaysia di Uni Eropa. Tetapi, untuk menunjukkan fakta yang sesungguhnya tentang kelapa sawit, baik terkait dengan manfaat minyak sawit maupun terkait isu-isu keberlanjutan. Indonesia tidak bisa bekerja sendiri melawan Uni Eropa. Sebab, ada 28 negara anggota UE yang berbicara dalam berbagai bahasa.

Dan, setiap negara itu harus didekati dengan cara yang berbeda. ”Kalau melobi Prancis, ya harus memakai bahasa Prancis,” kata Frans. Frans mengatakan, masih banyak miskonsepsi tentang kelapa sawit di Eropa. Ini dibuktikan dengan masih banyak kebijakan yang diskriminatif termasuk implementasi food labeling.

Ketua Komisi ISPO Aziz Hidayat mengatakan, keberadaan EPOA sangat membantu kampanye positif minyak sawit Indonesia di Eropa. Termasuk terkait perkembangan sertifikasi ISPO, EPOA juga memberikan informasi yang objektif tentang kriteria-kriteria di dalam ISPO.

”Kami senang karena EPOA adalah mitra yang tepat untuk menjelaskan fakta objektif tentang perkembangan isu keberlanjutan minyak sawit di Indonesia dalam rangka memenuhi Amsterdam Declaration fully implemented pada 2020,” kata Aziz.

 

Sumber: Okezone.com