GAPKI Sumsel Minta Anggota Perketat Protokol Kesehatan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumatera Selatan meminta anggotanya lebih ketat dalam menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah Covid-19. Arahan ini ditujukan sebagai antisipasi atas meluasnya wabah dan  berhentinya pabrik sawit yang dikelola PT Hindoli akibat Covid-19.

Alex Sugiarto, Ketua GAPKI Cabang Sumatera Selatan menjelaskan bahwa Gapki sejak akhir Maret 2020 telah menyampaikan protokol pencegahan Covid-19 yang diedarkan kepada seluruh perusahaan anggota Gapki di  Indonesia.

“Protokol dimaksud sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari praktik di lingkungan perkebunan kelapa sawit,” jelas Alex melalui layanan pesan singkat, Jumat (10 Juli 2020).

Dalam protokol ini terdapat beberapa point seperti  pemeriksaan kesehatan dan kebersihan lingkungan, perketat lalu lintas orang di pintu masuk perkebunan, hindari/kurangi briefing, apel dan sejenisnya, sediakan tempat cuci tangan di semua pintu masuk,  membuat posko covid-19, dan  disarankan tidak mudik lebaran.

“Pelaksanaan ini disesuaikan kondisi masing-masing perkebunan termasuk pengenaan sangsi bagi karyawan yang tidak mematuhi,” ujarnya.

Alex juga mengapresiasi langkah kebijakan yang diambil perusahaan Hindoli dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan para karyawan.

Sebagai informasi, PT Hindoli, anak usaha Cargill menghentikan sementara pabrik sawitnya karena ada karyawannya yang terpapar Covid-19. Penghentian sementara operasional pabrik berlangsung 14 hari. Ong Kee Chau, Presiden Direktur PT Hindoli menjelaskan bahwa  kebijakan penghentian pabrik diambil sebagai dukungan penuh kepada karyawan yang kini menjalani perawatan di rumah sakit. Prioritas saat ini adalah mencegah dan meminimalkan penyebaran virus melalui pendidikan, praktik kebersihan yang baik, pemakaian masker, dan menjaga jarak antara satu orang dengan yang lainnya.

Sumber: Sawitindonesia.com