Gapprindo Dorong Produksi Biodiesel dari Kelapa Sawit

 

Makassar- Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapprindo) Sulsel mendorong produksi Biodiesel dari kelapa sawit, karena dinilai ekonomis dan merupakan energi baru terbarukan (renewable).

“Kelapa sawit memiliki banyak manfaat, tidak hanya dibuat minyak goreng tetapi juga diproduksi untuk kebutuhan bahan bakar Biodiesel,” kata Ketua Gapprindo Sulsel Sulaiman H Andi Loeloe di Makassar, Kamis (26/10/2017)

Menurut dia, program pemerintah untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan seperti kelapa sawit yang merupakan bahan dasar biodiesel bercampur solar atau B20 dapat mendorong kenaikan ekspor biodiesel, setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Kelapa sawit merupakan pemasok devisa terbesar di dunia. Khusus di Indonesia kelapa sawit menjadi produsen komoditi ekspor.

“Khusus di Sulsel jumlah perkebunan kelapa sawit berkembang hingga mencapai 80 persen area dengan 32.000 plasma mandiri,” kata Sulaiman kepada awak media.

Dia mengatakan, untuk penjualan kelapa sawit dapat melalui lelang komuditi yang dilakukan oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Sementara harga kelapa sawit ditentukan oleh Tim Penetapan Indeks SK yang pada September 2017 tecatat Rp1.270 per kilogram (kg). Harga tersebut berbeda jauh dibandingkan penjualan kelapa sawit diSumatra yang mencapai Rp1.800 per kg.

“Salah satu penyebabnya, karena rendemen produksi sawit di daerah ini rendah dibandingkan Sumatera, selain itu disebabkan karena menggunakan bibit bukan unggulan,” kata Sulaiman.

Keunggulan tanaman kelapa sawit dibandingkan tanaman perkebunan lainnya, karena dapat dinikmati hasilnya hingga 20 tahun dalam satu kali penanaman.

“Akan tetapi petani saat ini kurang konsisten dalam memilih komoditi yang mengakibatkan banyak petani yang berpaling dari kelapa sawit, pindah ke komoditi lainnya,” ujarnya.

 

Sumber: Industry.co.id