GEBRAKAN MENDAG LAGI, 3 HET Komoditas Dilanjut

 

 

JAKARTA- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan akan tetap memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas minyak goreng, gula, dan daging beku di ritel modern. Hal itu dilakukan untuk menjaga pergerakan harga di tingkat konsumen.

“HET ini sudah pasti tinggal pasokannya, kami tidak takut karena masih ada pasokan. Gula aman, minyak goreng aman, dan daging juga aman,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (5/9).

Enggartiasto menjelaskan akan mempertahankan HET gula sebesar Rp12.500 per kilogram. Sementara, untuk komoditas minyak goreng kemasan curah sebesar Rp10.500 per liter sedangkan minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter.

Saat ini, sambungnya, pemerintah bakal meminta kepada para pengusaha minyak goreng untuk menyepakati jumlah produksi yang dipasok ke dalam negeri. Kebijakan tersebut saat ini tengah didiskusikan bersama para pelaku usaha.

“Kita lagi diskusi untuk persentasenya karena saya harus ajak bicara dulu para pelaku usaha supaya fair,” imbuhnya.

Seperti diketahui,  Kemendag melakukan fasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Aprindo dengan distributor gula, minyak goreng, dan daging pada 10 April 2017. Saat itu, harga gula, minyak goreng, dan daging beku massih berada di atas ketentuan harga acuan pemerintah.

Pemerintah bekerja sama dengan Aprindo  untuk menjual gula, minyak goreng, dan daging di harga tertentu. Alasannya, peritel modern merupakan price leader sehingga jika harga dapat ditekan maka harga di pasar tradisional pun akan mengikuti.

Harga ketiga komoditas itu di ritel modern masing-masing ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram, Rp11.000 per liter, dan Rp80.000 per kilogram. Harga minyak goreng ini di atas minyak goreng curah di pasar rakyat yang ditetapkan Rp10.500 per liter karena menggunakan kemasan sederhana.

 

Sumber: Bisnis.com