,

GIMNI Sambut Positif Barter CPO dengan Sukhoi

 

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) menyambut positif kesepakatan barter komoditas sawit Indonesia dengan pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia.

“Kalau pembayarannya sebagian dengan komoditas ekspor yang dimiliki, seperti sawit dan karet, Indonesia akan mampu meningkatkan ekspor ke Rusia,” kata Ketua GIMNI, Sahat Sinaga, di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Peningkatan diperkirakan Sahat dapat mencapai 100% dari total ekspor ke Rusia tahun sebelumnya. Hal tersebut dengan asumsi melihat harga karet yang saat ini turun sehingga tidak menjadi prioritas ekspor.

“Tahun lalu ekspor sawit Indonesia ke Rusia sebesar 695.000 ton. Bila nantinya 60% pembelian ini berasal dari sawit, maka ekspor akan meningkat menjadi 1,2 juta ton, angka tersebut berdasarkan perhitungan bila harga Sukhoi senilai US$1,5 miliar dan harga sawit saat ini sebesar US$730 per ton,” papar dia.

Berdasarkan perhitungan itu, lanjut Sahat, pihaknya mendukung rencana pemerintah. Mengingat saat ini pasar minyak sawit Indonesia sedang menurun.

“Namun, angka pasti mengenai kontribusi sawit dalam pembelian ini belum ditentukan. Kerja sama ini memungkinkan untuk dilakukan,” ujar Sahat.

 

Sumber: Borneonews.co.id