Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur

Pada 1 Oktober 2018, Presiden Joko Widodo melantik pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur.  Pemerintah ingin industri sawit memajukan perekonomian masyarakat Bumi Etam.

Pada 1 November 2018, Hadi Mulyani bersama pejabat provinsi Kaltim berkesempatan hadir di  IPOC. Dalam kunjungan ke Booth Borneo Forum yang diinisiasi GAPKI se-Kalimantan, Hadi Mulyadi berkesempatan berbicara perkembangan sawit di Kalimantan Timur. Dalam pandangan Hadi, pemerintah provinsi Kaltim mempunyai visi untuk memajukan sektor pertanian dan perkebunan termasuk kelapa sawit. Pengembangan industri harus terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir. Melalui kegiatan yang terintegrasi ini dapat memajukan masyarakat dan kesejahteraan tenaga kerja.

“Misi kami di pemerintahan sekarang ingin sektor pertanian termasuk perkebunan sawit lebih maju. Kami akan kembangkan sektor hulu sampai hilir melalui keterlibatan masyarakat,” ujar Pria kelahiran 9 Mei 1968 ini.

Hadi menjelaskan bahwa Kalimantan Timur secara iklim sangat cocok bagi perkebunan sawit. Itu sebabnya, sangat disayangkan apabila tidak mengembangkan industri sawit dalam jangka panjang. “Kami fokus kepada sektor industri hulu dan hilir. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,” jelasnya.

“Bagi kami,  komoditas seperti sawit sangat penting bagi daya tahan ekonomi. Kalau batubara rentan karena depositf terbatas dan bisa habis. Sementara komoditas pertanian dan perkebunan dapat diproduksi sendiri, dijual sendiri, dan diekspor. Makanya kami dukung penuh industri sawit dan turunannya,” kata Hadi.

Ke depan, subsektor perkebunan terus didorong dan dikembangkan terutama kegiatan yang dilakukan langsung oleh masyarakat atau kebun-kebun plasma.  Target-target pembangunan perkebunan lanjutnya, guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat sebab dari sana terbuka dan tercipta peluang usaha.

Diungkapkan Hadi, langkah ini sesuai komitmen dan target kerja pemerintah untuk bagaimana mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. “Saya minta Dinas Perkebunan juga asosiasi usaha perkebunan bersama pihak swasta berlandaskan spirit kebersamaan bisa bersinergi memberdayakan dan mendorong kegiatan masyarakat di subsektor perkebunan,” harapnya.

Berkaitan dengan asosiasi kelapa sawit, Hadi menginginkan supaya perusahaan bergabung dengan GAPKI Kaltim. Tujuannya mempermudah pemerintah untuk bermitra dengan dunia usaha. “Jika berkumpul satu organisasi sangat bagus sekali sehingga dapat lakukan kerjasama baik dengan masyarakat dan pelaku usaha,” paparnya.

Hadi berharap peranan GAPKI dapat diperluas dalam memberikan masukan kepada pemerintah. “Kami ingin industri sawit lebih besar.”

 

Sumber: Sawitindonesia.com