Indonesia Agresif Penetrasi Komoditas CPO di Pasar Pakistan

Jakarta – KBRI Islamabad menggandeng APICAL, perusahaan pemasaran dan distributor produk minyak sawit serta turunannya, menggelar Konferensi tentang Minyak sawit di Lahore, kota kedua terbesar di Pakistan. Konferensi ini diselenggarakan sebagai upaya tindak lanjut sistematik untuk mempertahankan dan meningkatkan pasar komoditas Indonesia itu di Pakistan, sekaligus membendung kampanye hitam terhadap produk sawit melalui isu kesehatan.

Keterangan tertulis KBRI Islamabad yang diterima. di Jakarta, menyebutkan, sebanyak 170 pelaku usaha pakistan dari kalangan manager pemasaran dan distributor produk minyak sawit termasuk Vanaspati Ghee memadati ruang acara di Palace Hall Hotel Pearl Continental (PC) Lahore Ahad

“Konferensi ini melibatkan semua perwakilan perusahaan pemasaran dan distributor serta pelaku industri minyak sawit di seluruh Pakistan dan merupakan yang pertama kali dilakukan,” tutur Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri saat menyampaikan sambutan, seperti disalin dari Antara.

Sebelumnya pada 10 September 2018, KBRI Islamabad juga telah menyelengarakan seminar bersama University of Agriculture Faisalabad (UAF), dan Kadin Faisalabad (FCCI) dengan tema yang sama,palm oil Health, Nutrition Development, namun mayoritas peserta dari kalangan akademisi dan peneliti.

“Berbagai upaya masif guna meningkatkan pemahaman stakeholder (pemangku kepentingan) Pakistan mengenai amannya produk sawit perlu terus dilakukan baik dengan pemangku kepentingan, kampus, lembaga think-tank, KADIN, Asosiasi Pedagang, termasuk para pelaku industri produk minyak sawit,” ujar Dubes Iwan.

Beberapa tantangan yang muncul terkait keberlangsungan pangsa pasar sawit Indonesia di Pakistan terbesar setelah China dan India dalam beberapa tahun terakhir antara lain tentang rencana pelarangan produk Vanaspati Ghee (70 persen lebih berasal campuran sawit) pada tahun 2020 oleh Punjab Food Autho-rity/PFA karena dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, asumsi yang telah berkembang di masyarakat Pakistan menyimpulkan produk minyak goreng lebih sehat dibandingkan minyak ghee yang telah berpuluh tahun dikonsumsi bahkan menjadi gaya hidup style kultur kuliner masyarakat Pakistan.

Dengan semangat menjawab tantangan tersebut, melalui penyebaran informasi sekaligus pendidikan yang komprehensif mengenai minyak sawit, KBRI Islamabad mengumpulkan pakar nutrisi dan makanan dari University of Agriculture, Faisalabad, Prof. Masood Sadiq Butt, P.hD, dari Madina Group of Industry, Dt Sumerah Shehzad, dan dari perusahan pemasaran produk minyak sawit, Head Country Manager of APICAL, M. Naveed Gilani, serta Punjab Board of Investment Trade, Dr. M. Sohail Qadri untuk disampaikan kepada publik produsen dan konsumen minyak yang dapat dimakan bahwa minyak sawit tidak membahayakan kesehatan, kaya nutrisi, dan sangat berpotensi meningkatkan perekonomian serta PDB Pakistan.

“Peranan industri minyak goreng dan minyak ghee Pakistan terhadap kas negara mencapai sekitar 8 miliar dolar per tahun,” tutur dan penjelasan lebih lanjut dari Naveed Gilani dari APICAL.

 

Sumber: Harian Ekonomi Neraca