Indonesia Menang Gugatan, Saham Sawit Siap Menanjak

 

 

Jakarta – Baru-baru ini, Indonesia dikabarkan berhasil memenangkan sidang Terkait Bea Masuk Anti dumping (BMAD) Biodiesel di Mahkamah Uni Eropa. Seperti apakah hasilnya?

Lalu, saham-saham apa saja yang potensial dari sektor crude palm oil (CPO) alias minyak sawit mentah saat ini? Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

WIN!! Indonesia akhirnya berhasil memenangkan gugatan banding di Mahkamah Uni-Eropa dalam kasus bea masuk anti-dumping (BMAD). Perlu Anda ketahui, kasus inilah yang membuat harga CPO di Indonesia kian tertekan dan menahan laju saham-saham CPO di Indonesia.

Namun, tekanan tersebut akhirnya sedikit mereda setelah kemenangan Indonesia di Mahkamah Uni Eropa ini.

Nah, dari hasil sidang tersebut, Uni-Eropa akan menghapus pengenaan bea masuk anti dumping sebesar 8,8% sampai 23,3% untuk produk biodiesel Indonesia terhitung sejak 16 Maret 2018.

Kemenangan Indonesia di Mahkamah Uni-Eropa menjadi pencapaian ganda atas Uni-Eropa, setelah sebelumnya Indonesia berhasil memenangkan sengketa biodiesel dalam panel Dispute Settlement Body WTO.

Apa efek dari kemenangan ini?

Kemenangan ini bisa jadi persiapan yang sangat kuat bagi indonesia untuk menghadapi kasus gugatan CPO lainnya, terutama dari India. Hal ini juga akan mampu mendorong ekspor biodiesel ke pasar Eropa agar menjadi lebih kompetitif.

Sejak keputusan tersebut, harga CPO telah menguat hingga 1,33% ke level RM 2.452 per metrik ton. Hal ini tentunya akan mampu mendorong kenaikan harga saham-saham CPO.

Lalu saham apa yang masih potensial dari sektor CPO saat ini?

Untuk saat ini, kami melihat beberapa saham CPO seperti LSIP dan SIMP masih cukup potensial. Dilihat dari sisi fundamental, saham manakah yang lebih menarik di antara kedua saham ini? Perhatikan data berikut ini.

Indonesia Menang Gugatan, Saham Sawit Siap MenanjakFoto: Dok. Ellen May
Indonesia Menang Gugatan, Saham Sawit Siap MenanjakFoto: Dok. Ellen May

Secara fundamental, ternyata saham LSIP lebih menarik dibandingkan dengan SIMP. Karena tidak hanya berhasil membukukan laba bersih yang lebih besar, saham LSIP saat ini ternyata tergolong murah, dengan PER hanya sebesar 10,65x, dibandingkan dengan SIMP yang PER-nya mencapai angka 17,36x.

Bagaimana kalau dari sisi teknikal?

Secara teknikal, saham-saham CPO saat ini memang berpotensi mengalami penguatan jangka pendek. Selain SIMP dan LSIP, ada juga saham AALI dan TBLA yang juga berpotensi menguat dalam jangka pendek, dan bisa ditradingkan.

Investasi saham itu halal atau haram sih? Kira-kira saham apa saja yang termasuk saham Syariah ya? Daripada pusing sendiri, mending Anda langsung saja baca artikel saham Syariah di bawah ini.

 

Sumber: Detik.com