Indonesia-Turki Tingkatkan Perdagangan di Tengah Hambatan Tarif

Indonesia-Turki berupaya meningkatkan perdagangan bilateral melalui kunjungan kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang memimpin pelaksanaan Forum Bisnis Indonesia-Turki di Istanbul.

Forum Bisnis ini merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan nilai perdagangan kedua negara dan tindak lanjut dari kesepakatan kedua pemimpin negara.

“Kondisi perekonomian Indonesia yang kondusif adalah peluang bagi pelaku usaha Turki menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengembangkan investasi dan perdagangan,” ujar Mendag lewat keterangannya diterima di Jakarta, Jumat.

Enggartiasto mengatakan keberhasilan ekonomi Indonesia telah menarik minat pelaku usaha Turki untuk bermitra dengan Indonesia.

Forum bisnis ini diikuti sekitar 90 pelaku usaha Turki dan Indonesia yang bergerak di sektor minyak kelapa sawit (CPO), makanan olahan, bubur kertas, kertas, karet, jasa keuangan, jasa perjalanan, dan lainnya.

Selain sebagai sarana untuk menjalin jejaring kerja dan promosi antara pelaku usaha, forum bisnis ini juga membahas permasalahan perdagangan yang dihadapi para pelaku usaha. Produk Indonesia, seperti minyak kelapa sawit dan ban, saat ini mengalami hambatan tarif di Turki yang menyebabkan penurunan nilai ekspor secara tajam.

Secara khusus, Mendag menyampaikan pentingnya peran minyak kelapa sawit bagi Indonesia. “Sebagai salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, minyak kelapa sawit memainkan peranan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan mengatasi kemiskinan bagi sekitar 16,5 juta jiwa,” ungkap Enggartiasto.

Enggar menambahkan bagi Turki dan negara lain, minyak kelapa sawit merupakan minyak sayur termurah dan produktif yang juga merupakan bahan baku paling kompetitif untuk mendukung industri lainnya.

Salah satu penyebab hambatan perdagangan Indonesia-Turki yaitu dikarenakan kedua negara belum memiliki perjanjian perdagangan bebas. Karena itu, percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA) diharapkan dapat mengatasi hambatan dan mendorong peningkatan kinerja perdagangan kedua negara.

Hubungan perdagangan dengan Turki dinilai sangat penting. Posisi geopolitis Turki yang strategis juga bermanfaat sebagai penghubung bagi masuknya produk Indonesia ke Eropa dan Timur Tengah.

 

Sumber: Antaranews.com