Industri Sawit Diproyeksi Mengalami Perlambatan

Prospek industri Kelapa Sawit baik di hulu, mid, atau antara dan hilir diproyeksi akan terjadi perlambatan. Sekjen Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta mengatakan perlambatan terjadi terutama untuk ekspor sawit ke berbagai negara.

Menurut Kanya, di sisi hulu, Gapki masih terus berjuang mempertahankan agar kegiatan panen dan operasional di lapangan tidak berhenti. “Produksi melambat mungkin saja, tetap perlu didukung dengan penjagaan ekstra, khususnya terhadap lalu lintas orang keluar masuk kebun demi mengurangi bahkan memutus penyebaran virus korona. Disegi pengolahan buah menuju PKS (pabrik kelapa sawit) diperkirakan akan muncul kendala pengangkutan, lalu bisa jadi ada penumpukan stok CPO karena transportasi sudah mulai terganggu untuk pengiriman ke sektor pengolahan selanjutnya,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara untuk di pengolahan di sektor mid (antara) pun, kata Kanya, akan sedikit melambat. Namun, untuk kebutuhan penyediaan minyak goreng di dalam negeri tetap terjamin. “Yang akan terganggu adalah kegiatan ekspor, hal ini pun akan menambah penumpukan stok,” katanya.

Kemudian di sisihilir, Kanya yang pernah menggeluti komersial produk oleokimia menuturkan, mestinya dengan adanya peningkatan kebutuhan sabun dan lainnya. justru ada peluang peningkatan penyerapan di dalam negeri dengan adanya krisis Covid-19ini. “Jadi secara keseluruhan akan terjadi perlambatan besar untuk eks -por, sementara domestik tetap terjadi perlambatan yang relatif lebih rendah dari ekspor,” katanya.

Dia menuturkan, di dalam negeri peningkatan penyerapan sebelumnya semakin digalakkan dengan diefektifkannya program B30, bahkan banyak analis mengatakan akan membawa dampak terhadap penurunan ekspor. “Untuk hilir pun ada peningkatan permintaan dalam negeri, jadi yaa soso lah,” katanya.

Di sisi lain, mantan CEO IDX Channel itu menilai, penurunan saham-saham perusaha -an sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah sangat dalam sehingga dia menyarankan jika investor memiliki dana lebih agar mulai melakukan pembelian. “Kalau menunggu nggak akan kebagian,” ujarnya.

 

Sumber: Harian Seputar Indonesia