IPOC Bahas Geopolitik Dunia Sampai Harga Sawit

GAPKI akan menyelenggarakan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC), konferensi minyak sawit terbesar di dunia yang diselenggarakan untuk ke-15 kalinya. Tahun ini, IPOC mengusung tema “Palm Oil Industry: Managing Market. Enhancing Competitiveness”, yang diselenggarakan pada 30 Oktober – 1 November 2019 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

“Selama dua hari ini akan dibahas isu perang dagang Amerika Serikat dan China, regulasi di negara tujuan ekspor dan ekonomi geopolitik yang akan mempengaruhi masa depan industri sawit,” ujar Mona Surya, Ketua Panitia Penyelenggara 15th Indonesian Palm Oil Conference and 2020 Price Outlook.

Selain itu, akan dibahas pula masa depan biodiesel di Indonesia dan pasar global. Di sesi bioenergi, kata Mona, menghadirkan Dr. I.G.B. Ngurah Makertiharth (Institut Teknologi Bandung) khusus membahas update riset terkini bioenergi yaitu pengembangan green fuel (bio premium dan bio avtur) dari CPO dengan katalis merah putih.

IPOC tahun ini rencananya akan dibuka dan diinagurasi Wakil Presiden Republik Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI juga akan hadir memberikan Special Keynote Speech.

Sudah menjadi tradisi bagi IPOC menghadirkan pembicara-pembicara ahli senior dunia untuk menguak trend harga, seperti Dorab Mistry (Godrej International Ltd), James Fry (LMC International), Thomas Mielke (Oilworld) dan Arif P. Rachmat (Kadin Indonesia).

Tahun ini secara khusus IPOC mengundang para akademisi dari universitas nasional maupun internasional. Ini merupakan suatu hal yang istimewa karena GAPKI membuat satu sesi khusus untuk memberikan pandangan dan hasil study mereka. Para akademisi ini adalah Prof. Pietro Paganini ( John Cabot University of Rome), Dr. Otto Hoxpes (Wageningen University), dan Prof. Erliza Hambali (Institut Pertanian Bogor). Ketiga akademisi ini akan membahas isu daya saing sawit dari berberapa sudut pandang.

IPOC mengusung tema “Palm Oil Industry: Managing Market. Enhancing Competitiveness”, yang diselenggarakan pada 30 Oktober – 1 November 2019 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Mona mengatakan IPOC merupakan konferensi yang ditunggu-tunggu oleh pemain sawit secara internasional. Hal ini dapat dilihat dengan tingkat capaian dan prestasi yang diukir IPOC selama 14 tahun yang telah membawa Indonesia menjadi salah satu negara yang dituju untuk mendapatkan informasi terkait sawit.

Keistimewaan lain dari penyelenggaraan IPOC tahun ini adalah GAPKI terus membantu pemerintah mempromosikan pariwisata dan budaya budaya nusantara lainnya melalui seni tari yang disuguhkan pada acara pembukaan maupun acara kasual lainnya, pakaian seragam batik dan berbagai hal lainnya. GAPKI berkomitmen terus mempromosikan budaya nusantara melalui penyelenggaraan IPOC setiap tahunnya.

Animo masyarakat baik dari Indonesia maupun luar negeri akan konferensi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu penyelenggaraan konferensi ini dihadiri lebih dari 1500 peserta dari 23 negara (diluar tamu undangan khusus dan pengunjung). Tahun ini kami memperkirakan peserta yang akan hadir kurang lebih 1500 peserta yang berasal dari lebih dari 25 negara di dunia.

Selain konferensi dua hari, juga akan diselenggarakan pameran industri kelapa sawit yang memamerkan berbagai produk tentang perkembangan terbaru dari teknologi, produk dan jasa dalam industri kelapa sawit. Para peserta pameran mewakili semua industri yang relevan, termasuk perusahaan desain, konstruksi dan teknik sipil, industri lingkungan dan ramah lingkungan, organisasi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan konsultan, Lembaga keuangan dan perbankan, perusahaan pengolahan minyak dan distribusi, telekomunikasi, teknologi informasi, transportasi dan logistik, pengelolaan lingkungan, limbah dan pengelolaan air. Sebagai komplemen juga akan diselenggarakan turnamen golf pada tanggal 30 Oktober 2019 di New Kuta Golf.

 

Sumber: Sawitindonesia.com