Jaga deflasi, Kemendag Bertekad Lanjutkan HET

 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melanjutkan pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi gula, daging, dan minyak goreng. “HET masih akan diberlakukan terus,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (5/9).

Hal tersebut dinilai Enggar dapat meningkatkan deflasi. Enggar bilang HET sudah pasti dapat menjaga harga tetap stabil. Langkah selanjutnya yang dikendalikan adalah pasokan ketiga komoditas itu.

Enggar optimistis pasokan komoditas tersebut masih dalam kondisi aman hingga saat ini. “Kami tidak takut supply kurang karena masih ada pasokan,” terangnya.

Ketersediaan stok juga didukung dari hasil laporan distributor. Enggar menyatakan bahwa saat ini pendaftaran distributor terus berjalan.

Sebelumnya Kemdag membuat perjanjian dengan ritel mengenai HET bagi tiga komoditas yaitu gula, daging, dan minyak goreng. HET gula ditetapkan sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg), daging sebesar Rp 80.000 per kg, serta minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000 per kg. Diharapkan harga ritel dapat mempengaruhi harga pada pasar tradisional.

Berdasarkan data pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) harga ketiga komoditas tersebut di pasar tradisional masih di atas HET yang ditetapkan Kemdag.

Harga gula pasir lokal masih seharga Rp 12.850 per kg, harga daging sapi kualitas 2 sebesar Rp 112.200 per kg, dan harga minyak goreng kemasan Rp 14.150 per kg.

 

Sumber: Kontan.co.id