Jokowi: Jangan Sampai Sawit Indonesia Disalip Negara Lain

 

SERGAI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan bantuan dana peremajaan tanaman sawit rakyat serta bibit jagung di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang pemberdayaan hak atas tanah masyarakat bagi pelaku usaha mikro dan kecil, petani, nelayan dan pembudi daya ikan serta peluncuran skema kredit usaha rakyat (KUR) khusus peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Presiden didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Penataan Ruang/ Kepala Bappenas Sofyan Jalil, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Presiden menyampaikan, saat ini Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Dengan demikian, kita harus menjadi yang tercepat dalam pengelolaan. “Selain itu, juga kita harus bekerja keras di sini mulai dari peremajaan, pengelolaan, dan lainnya sehingga dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Untuk itu, saya perintahkan kepada Menko Perekonomian agar segera meremajakan sawit kita agar tidak disalip oleh negara lain,” ujarnya.

Guna mendukung program Perkebunan Sawit Rakyat (PSR), selain dana sekitar Rp3 triliun, juga ada sekitar 5 juta sertifikat yang tahun ini akan dibagikan untuk petani. Sertifikat itu untuk meminimalisasi sengketa lahan baik antara penduduk dan penduduk, perusahaan maupun pemerintah. “Mari bekerja untuk rakyat dengan sebaik-baiknya, jauhkan dan hindari pungli (pungutan liar) kepada masyarakat. Program PSR ini juga dapat dilaksanakan melalui skema tumpang sari, dengan menanam jagung ataupun semangka di antara tanaman sawit tersebut. Kepada Mentan agar membuat Perpres yang menguntungkan petani karena target kita adalah ekspor, bukan impor,” kata Jokowi.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan acara ini merupakan kesinambungan peluncuran program PSR yang dilaksanakan pada 13 Oktober lalu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Di Sumatera Utara ada 35.000 ha tanaman sawit yang sudah tua dan lebih dari 25 tahun atau yang belum 25 tahun, namun berproduktivitas rendah. :Kali ini peremajaan kelapa sawit rakyat di Sumut yang diresmikan yakni 9.109 hektare di 12 kabupaten/ kota,” kata Darmin.

Presiden juga menyerahkan 6.300 sertifikat tanah kepada warga Pematangsiantar, Sumatera Utara, kemarin. Pemberian sertifikat tanah bagi warga yang dilakukan secara simbolis di Lapangan H Adam Malik, Kota Pematangsiantar itu merupakan bagian dari program reformasi agraria di Tanah Air mengingat baru 46 juta sertifikat yang terbit dari yang seharusnya 126 juta sertifikat. Presiden berpesan supaya sertifikat yang telah diberikan disimpan dengan baik dan difotokopi sehingga jika hilang maka mudah mengurusnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku prihatin banyaknya sengketa tanah yang terjadi di Tanah Air baik antarindividu, individu dengan pemerintah, dan pihak-pihak lainnya, sehingga dengan adanya sertifikat atas tanah yang dimiliki maka masyarakat tidak perlu khawatir lagi keabsahan tanahnya, karena dalam sertifikat jelas disebutkan nama pemilik dan luas tanahnya.

 

Sumber: Okezone.com