Jokowi Minta Dukungan Denmark Lawan Kampanye Hitam Sawit

 

Presiden Joko Widodo meminta dukungan Denmark melawan diskriminasi Uni Eropa terhadap produk sawit RI. Permintaan dukungan diutarakan Jokowi dalam pertemuan bilateralnya dengan Perdana Menteri Denmark Lars Løkke Rasmussen di Istana Bogor.

“Saya sampaikan concern (perhatian) serius Indonesia terhadap kampanye hitam yang masih berlangsung dan meminta dukungan Denmark terhadap negosiasi European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement,” tutur Jokowi di Bogor, Selasa (28/11).

Indonesia beserta beberapa negara produsen sawit lainnya, seperti Malaysia, Thailand, Guatemala, dan Kolombia menjadi korban kampanye hitam produk kelapa sawit.

Berdasarkan catatan di negara tujuan ekspor, salah satunya Eropa. Negara produsen disebut berproduksi dengan merusak hutan iklim, dan melanggar hak masyarakat adat.

Hal itu berakibat merugikan negara produsen dan berdampak pada perekonomian nasional. Tekanan berasal dari berbagai negara maju dan aturan tarif dan nontarif yang ditetapkan pemerintah pengguna sawit.

Permintaan ini kerap disampaikan Jokowi kepada beberapa negara lainnya, seperti Kolombia dan Lithuania. Hal ini bahkan disampaikan dalam sejumlah forum, seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-UNI EROPA di Manila, Filipina.

Di sana, Jokowi juga mendesak Uni Eropa menghapus serangkaian kebijakan dan sikap lainnya yang juga dianggap dapat merugikan dan merusak citra produsen minyak kelapa sawit.

Kampanye itu disebut bertolak belakang dengan komitmen negara penghasil minyak sawit untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia paham betul mengenai pentingnya memproduksi kelapa sawit secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan aspek lingkungan.

Selain itu, kedua negara juga menyepakati sejumlah kesepakatan salah satunya bidang kemaritiman melalui pemberantasan penangkapan ilegal (Ilegal, Unreported, dan Unregulated/IUU Fishing) serta terhadap acara Our Ocean Conference di Indonesia tahun depan.

Sementara, di sisi lingkungan hidup, Indonesia dan Denmark sepakat melestarikan hutan harapan di Jambi, pengelolaan limbah, sampah, dan manajemen air.

Energi terbarukan juga menjadi fokus pembahasan sebab menjadi target jangka panjang pemenuhan energi terbarukan serta konservasi dan pengembangan kerja sama di energi bayu. (bir)

 

Sumber: Cnnindonesia.com