Kebijakan Nasional dalam Industri Sawit Menuju Ekonomi Indonesia pada Urutan 10 Besar Dunia

 

Kondisi minyak nabati dunia memberikan peluang bagi Indonesia sebagai produsen utama dunia tetap memeimpin pasar CPO dunia, karena permintaan minyak nabati dunia diproyeksikan oleh FAO (2012) akan dipenuhi oleh minyak sawit (CPO). Sejalan dengan itu, diperlukan kebijakan nasional dalam tata guna tanah di Indonesia, untuk memanfaatkan ketersediaan lahan yang ada, sekaligus menepis tuduhan negatif selama ini tenetang deforestasi, dimana deforestasi merupakan fenomena umum dalam pembangunan semua negara. Kawasan hutan Indonesia masih jauh di atas treshold dunia dan dapat digunakan seoptimal mmungkin untuk membawa ekonomi Indonesia ke level 10 besar dunia.

Todaro (1998), mendefinisikan pembangunan merupakan proses multidimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dari struktur sosial sikap mental yang sudah terbiasa dan lembaga-lembaga nasional sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan dan kemiskinan absolut.

Hal ini sejalan dengan pendapat Rustiadi et al,. (2005), yang menyebutkan bahwa proses pembangunan merupakan upaya yang sistematik dan berkesinambungan untuk menciptakan keadaan yang dapat menyediakan berbagai alternatif yang sah bagi pencapaian aspirasi setiap warga yang paling humanistik. Sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, strategi yang di kembangkan saat ini adalah pembangunan bidang kemaritiman, yang relatif tertingal selama ini.

Sumber : GAPKI

 

Sumber: Sawitindonesia.com