Kementerian Perdagangan Jaga Biodiesel RI di Pasar Eropa

 

[JAKARTA] Upaya yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemdag) memperjuangkan biodiesel Indonesia di pasar Uni Eropa dinilai positif. Lewat keberhasilan tersebut, pintu bagi biodiesel Indonesia kembali terbuka lebar ke pasar Eropa. “Prospeknya terlihat, kita bisa memulai ekspor kembali ke Eropa,” ujar Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang di Jakarta, Jumat (6/4).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan, kemenangan Indonesia di Mahkamah Uni Eropa bukan berarti upaya untuk menjaga pasar sawit dan produk turunannya selesai. Indonesia masih tetap bersiap atas langkah-langkah yang mungkin diambil Uni Eropa untuk mencegah kembali masuknya sawit ke pasar Eropa.

“Kita mensyukuri kemenangan ini yang penuh perjuangan yang dilakukan bersama dengan para pelaku usaha. Namun, ini tidak berarti selesai, karena kita sudah harus siap atas langkah-langkah yang yang kemungkinan mereka akan amabil. Untuk itu, kita ke depan akan lebih pro aktif dan tidak defensive,” ujarnya.

Tindakan lanjutan itu memang bukan tidak mungkin akan datang. Saat ini pun, tekanan terkait sawit dan produk turunannya masih dirasakan. Salah satunya adalah diperkarakannya salah seorang staff ITPC di Lyon, Prancis, karena memasang banner yang menjelaskan nilai unggul Crude palm oil (CPO) di sisi kesehatan.

Di samping terus siaga, Enggar memastikan pihaknya tengah bekerja untuk membuka pasar baru bagi produk sawit Indonesia. Kawasan yang dibidik untuk perluasan pasar sawit adalah Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Selatan.

Sebelumnya diberitakan Indonesia berhasil memenangkan gugatan tingkat banding di Mahkamah Uni Eropa terkait tuduhan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) untuk produk biodiesel. Lewat keputusan ini, Uni Eropa menghapus pengenaan BMAD sebesar 8,8%-23,3% atas produk biodiesel dari Indonesia.

“Dengan demikian, pengenaan BMAD yang dilakukan UE dihapuskan sehingga para pelaku usaha bisa kembali mengekspor biodiesel tanpa ada tambahan BMAD,” ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.

Kemenangan tersebut, kata Oke, merupakan kemenangan ganda Indonesia atas UE. Sebelumnya, Pemerintah berhasil memenangkan sengketa di DSB WTO. Hasil putusan Mahkamah UE dan putusan DSB WTO memberikan sinyal positif bagi negara-negara mitra dagang Indonesia terhadap perdagangan yang adil (fair trade) sektor sawit.

 

Sumber: Suara Pembaruan