KUD Mulus Rahayu Sukses Jalankan Program PSR

 

Koperasi Unit Desa (KUD) Mulus Rahayu, Riau berhasil menjalankan program peremajaan sawit untuk menjadi contoh petani sawit lainnya. Peremajaan sawit di KUD Mulus Rahayu adalah program yang pertama kali dijalankan petani plasma, perusahaan (Asian Agri) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kesuksesan ini disampaikan Ketua KUD Mulus Rahayu, Pawito Saring saat menerima kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdhalifah Machmud di desa Delima Jaya, Kabupaten Siak, Riau, pada pekan lalu. Kunjungan ke kebun plasma merupakan satu rangkaian dengan Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “Penguatan Kelembagaan untuk mendukung pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat”, di Pekanbaru.

Pawito Saring menyebutkan  KUD Mulus Rahayu menjadi koperasi petani kelapa sawit pertama yang menerima dana bantuan peremajaan dari pemerintah melalui BPDP-KS sekaligus melakukan peremajaan pertama pada April 2016.

“Kami bersyukur menjadi petani yang menerima dana bantuan peremajaan dari pemerintah. Selain itu, kemitraan dengan perusahaan juga turut mendukung dalam mempersiapkan kebutuhan dan persyaratan yang diperlukan, baik pada proses peremajaan di lapangan hingga dukungan ekonomi  alternatif sehingga  tidak menghadapi tantangan yang berarti dan melakukan peremajaan dengan lancar,”ujar Pawito.

Sebanyak 135 petani anggota KUD Mulus Rahayu meremajakan kebunnya mencapai luasan hingga 310 hektar kebun sawit yang dalam waktu dekat akan melakukan panen perdana.

“Kami berharap kesuksesan kami dapat menginspirasi rekan-rekan sesama petani kelapa sawit agar tidak takut meremajakan kebunnya. Dukungan pemerintah dan juga perusahaan akan sangat membantu demi memperoleh hasil produksi kebun yang maksimal,” ujar Pawito.

Musdhalifah Machmud dalam sambutannya menyampaikan, pendampingan dari perusahaan kepada para petani melalui program kemitraan diperlukan untuk dapat saling mendukung dan mengingatkan. “Petani harus dapat dengan teliti memilih bibit berkualitas untuk ditanam sebagai faktor penting dalam mendukung produktivitas kebun petani yang telah diremajakan,” ujar Musdhalifah.

Selanjutnya, Musdhalifah mengatakan prinsipnya petani sawit harus dibantu. Melalui program PSR tidak semata-mata untuk peningkatan produktivitas melainkan program untuk rakyat untuk memberikan solusi yang selama ini terjadi di sektor perkebunan. Kemudian, kami juga mendorong untuk kemitraan. bagi peruahaan yang di sekelilingnya ada petani sawit untuk dibantu dalam program PSR karena jika tidak dibantu mereka (petani) akan kesulitan untuk menyiapkan administrasinya.

Head of Partnership Asian Agri, Pangarepan Gurusinga menyampaikan dukungan terhadap petani oleh perusahaan melalui program kemitraan dan pemerintah merupakan salah satu faktor penting bagi keberhasilan program peremajaan.

“Asian Agri mendukung seluruh petani mitra yang berkomitmen untuk meremajakan kebun sawitnya, dimulai dari masa persiapan, pencarian akses pendanaan hingga pada dukungan ekonomi alternatif. Dengan begitu mitra tidak perlu merasa khawatir untuk melakukan peremajaan,”pungkas  Pangarapen.

 

Sumber: Sawitindonesia.com