,

LBP Tinjau Reaktor Biofuel dan Sawit ITB

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan atau yang akrab disapa Pak LBP, melakukan peninjauan Laboratorium dan Reaktor Biofuel berbahan kelapa sawit yang dibangun dan dikelola Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (30/1).

Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga kepada MedanBisnis, menyebutkan, laboratorium ITB itu mampu menghasilkan katalis yang dapat mengubah minyak sawit menjadi bensin nabati, diesel nabati, dan avtur nabati

Kata Sahat Sinaga, LBP dalam kesempatan iru berdiskusi dengan Rektor ITB, Pemkab Pelalawan (Riau), para peneliti dan MBN (Masyarakat  Biohidrokarbon Nusantara) dan para petani sawit. “Beliau juga memberi arahan dalam upaya mempercepat proses pendirian kilang-kilang minyak bahan bakar cair nabati di daerah-daerah,” ujarnya.

Kata Sahat Sinaga, perlu diketahui kalau biofuel yang sekarang dipakai di diesel dari minyak sawit itu adalah oxygenate dan ini berbeda dengan green diesel yang akan dihadilkan oleh katalist iTB. 

Disinggung tentang manfaat dari apa yang dikerjakan laboratorium ITB bagi industri sawit dalam negeri, Direkstur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) ini menyebutkan, dengan munculnya industri biofuel ini, maka pasar sawit Indonesia itu akan ada jaminan pasar. “Dan tidak tergantung lagi pada pasar luar negeri yang selalu memojokkan sawit. Karena sesungguhnya pihak luar negeri tak bisa menyaingi tanaman sawit,” ujar Sahat Sinaga.

Kata dia, apa yang dikembangkan pihak ITB tersebut bakal mampu membuat pemakaian sawit di dalam negeri mencapai 50% sampai 55% dari produksi sawit nasional. 

Ia mengungkapkan, produksi minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO) di tahun 2019 ini diperkirakan 47 juta ton. Sejalan dengan itu, Sahat Sinaga yakin situasi ini akan membuat para petani sawit akan lebih merasa nyaman. 

“Karena ada jaminan pasar (untuk menyerap tandan buah segar atau TBS milik petani -red). Tidak lagi seperti yng akhir tahun 2018, TBS petani tak bisa diserap karena sawit Indonesia tetgantung pada pasar luar negeri,” tegas Sahat M Sinaga. 

Sumber: Medanbisnisdaily.com