Mendag Lobi Afrika Turunkan BM Minyak Sawit

 

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita baru saja melakukan misi dagang ke dua negara Afrika, yaitu Afrika Selatan dan Nigeria. Dalam kunjungan itu, Mendag mengajukan proposal Persetujuan Prefensi Perdagangan/ Preferential Trade Agreement (PTA) kepada Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (Economic Community of West African States/ Ecowas).

Enggar mengatakan, PTA sangat penting untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan juga investasi ke Afrika Barat. “Kami sudah mengajukan PTA dengan Ecowas dan direspons baik,” ujar dia di Jakarta, Senin (31/7).

Dalam PTA ini, pemerintah juga meminta penyesuaian tarif bea masuk (BM) sejumlah produk. Salah satu komoditas yang dikenakan tarif BM tinggi adalah minyak sawit mentah (CPO), sebesar 35% di Nigeria. Ecowas memiliki 15 anggota, yaitu Nigeria, Benin, Burkina Faso, Tanjung Verde, .Gambia, Ghana, Guinea, Guinea Bissau, Pantai Gading, Liberia, Mali, Niger, Senegal, Sierra Leone dan Togo.

Dia menegaskan, produk-produk Indonesia sangat dikenal di Nigeria dan yang paling popular adalah Indomie. Apalagi, Grup Indofood sudah mempunyai pabrik di Nigeria dan terus memproduksi dengan volume cukup tinggi.

Kemendag, kata dia, tetap mendorong produk lokal, khususnya produk UKM agar bisa masuk ke Nigeria, karena pasarnya besar. Jumlah penduduk Nigeria mencapai 180 juta orang dan sedang berkembang pesat, serta perekonomian stabil.

“Nigeria itu seperti Indonesia pada 1980-an dan banyak perkembangan. Saya dorong agar produk lokal agar bisa tembus Nigeria,” ujar dia.

Dia menjelaskan, tujuan misi dagang ke Nigeria juga dijadikan sebagai langkah awal untuk membuka pasar baru ekspor. Sebab, selama ini, pasar ekspor Indonesia paling utama masih Tiongkok dan Asean, dan belum menembus Afrika.

Sumber: Investor Daily Indonesia