Menteri Perdagangan Dorong Perluasan Pasar Asia Selatan

 

 

JAKARTA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terus mendorong perluasan pasar ekspor. Ia memboyong 61 delegasi bisnis Indonesia untuk menjajaki pasar Asia Selatan dalam serangkaian kegiatan misi dagang. Kegiatan dimulai di India, kemarin, dan akan berlanjut ke Pakistan pada 26 Januari nanti. Misi dagang ini merupakan bagian dari misi ekonomi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Asia Selatan.

Misi dagang ke India meliputi 37 delegasi dari 30 perusahaan, termasuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Produk yang ditawarkan antara lain makanan dan minuman, kopi, rempah-rempah, serta kelapasawitdan turunannya. Adapun misi dagang ke Pakistan terdiri atas 24 delegasi dari 23 perusahaan sektor produk pertanian, elektronik, teh, tekstil, kelapasawitdan turunannya, serta jasa.

“Rangkaian misi dagang dimulai dari India, lalu ke Pakistan, mengikuti jadwal Presiden. Menteri Perdagangan akan mengadakan forum bisnis, one-on-one business matching, dan pertemuan bilateral dengan pemerintah,” kata Enggar dalam keterangan pers, kemarin.

Enggar juga akan mengusung isu penting, yakni momentum ASEAN-India Business and Investment Meet Expo, untuk segera menyelesaikan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). RCEP merupakan pakta perdagangan bebas yang melibatkan 16 negara. Ke-16 negara anggota RCEP adalah 10 negara ASEAN

(Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) serta enam negara mitra (Australia, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru).

Indonesia menilai Asia Selatan sebagai pasar yang besar dan potensial. Pada 2016, total perdagangan Indonesia-India US$ 12,98 miliar. Selama Januari-November 2 017, nilai perdagangan meningkat menjadi US$ 16,55 miliar. Indonesia memasok komoditas seperti batu bara, CPO, tembaga, karet, dan timah ke India.

Sedangkan total perdagangan Indonesia-Pakistan pada 2016 tercatat US$ 2,17 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 1,86 miliar. Adapun nilai ekspor Januari-November 2017 mencapai US$ 2,38 miliar atau naik 24,24 persen dibanding periode yang sama pada 2016. Pakistan merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia, khususnya produk kelapa sawit.

Direktur JenderalPengem-bangan Ekspor Nasional, Arlinda, yakin kunjungan ke India dan Pakistan akan memperluas akses produk Indonesia ke pasar Asia Selatan.

 

Sumber: Koran Tempo