Pelindo I Siap Jadi Gerbang Utama Ekspor CPO Nasional

Pelabuhan Indonesia (Pelindo I) terus berupaya menjadi gerbang utama ekspor crude palm oil (CPO). Seluruh layanan pelabuhan dalam mengoperasikan terminal curah cair terus dimaksimalkan. Khususnya di Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan Pelindo I, M Eriansyah menganggap layanan terminal curah cair sangat prospektif. Apalagi, potensi ekspor komoditi CPO terus meningkat karena menjadi salah satu kontributor utama kinerja ekspor nasional.

Kata dia, Pelabuhan Belawan telah membantu ekspor CPO dan turunannya hingga 3.273.978 ton. Angka ini tumbuh 12,60 persen dibanding 2018 yang hanya mengekspor CPO 2.907.383 ton.

“Komoditi CPO dan turunannya ini diekspor menuju negara-negara di Asia Selatan. Seperti Pakistan dan India. Begitu juga diekspor ke Eropa, seperti ke Belanda,” kata Eriansyah di Medan, kemarin.

Saat ini. Pelindo I memiliki fasilitas pipa terpadu di dermaga yang menghubungkan raturan tangki timbun CPO di sekitar area Pelabuhan Belawan. Fasilitas tersebut juga didukung 84 jalur pipa, 6 loading point, dan dilengkapi dengan 3 unit tangki CPO dengan kapasitas masing-masing 3 ribu Metrik Ton (MT).

Pelabuhan Belawan memiliki dermaga sepanjang 3.436 meter. Area ini dilengkapi 9 mobile crane, 4 forklift diesel, 1 excavator, 5 dump truck, 4 grab bucket buven, dan 4 dry bulk hopper guven.

Eriansyah menyebut Pelabuhan Dumai menjadi tempat ekspor CPO terbesar di Sumatera. Tahun lalu, pelabuhan ini mampu mengekspor CPO dan turunannya hingga 4.751.701 ton. Angka ini naik 5,77 persen ketimbang 2019 yang hanya 4.492.454 ton. Adapun tujuan ekspornya meliputi India, China, Jepang, dan beberapa negara di Benua Biru.

Dia memproyeksikan Pelabuhan Dumai sebagai pelabuhan ekspor CPO terbesar di Indonesia yang memiliki tiga dermaga. Dermaga A sepanjang 348 meter untuk general cargo dan 20 meter untuk pelabuhan penumpang. Dermaga B sepanjang 800 meter untuk terminal curah cair, dan Dermaga C sepanjang 500 meter untuk peti kemas dan curah kering.

Saat ini fasilitas dan peralatan yang berada di Pelabuhan Dumai sangat lengkap. Di antaranya 1 harbour mobile crane, 3 mobile crane, 1 reach staker, 3 forklift, 4 excavator, 8 wheel loader, 13 dump truck. 1 mini dozer, 9 kapal tunda, 9 kapal pandu, dan 1 speed boat.

Dengan potensi peningkatan hasil ekspor CPO setiap tahun, Eriansyah berupaya meningkatkan fasilitas bongkar muat untuk curah cair. Contohnya di Pelabuhan Dumai, perseroan meningkatkan fasilitas loading point (pengiriman) curah cair dari yang semula hanya mampu memompa 200-300 ton perjam menjadi 500 ton perjam.

“Dengan optimalisasi fasilitas bongkar muat untuk curah cair CPO dan turunannya, kami yakin ekspor CPO melalui pelabuhan-pelabuhan yang dikelolanya terus meningkat. Serta didukung dengan hinterland dan industri CPO di sekitar wilayah operasional kami. Terlebih lagi, saat ini pemerintah gencar melakukan pembangunan infrastruktur yang mampu mempercepat distribusi barang dan menurunkan biaya logistik,” pungkasnya.

 

Sumber: Rakyat Merdeka