Pemanfaatan Lahan Kian Optimal

Lahan sela kebun kelapa sawit umur 0-3 tahun memang bisa ditanami tanaman semusim jenis apa saja yang sesuai di dataran menengah ke dataran rendah atau 0-700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di Kabupaten Langkat, lahan sela sawit banyak ditanami tanaman semangka dan jagung. Sedangkan di Deliserdang banyak ditanami jagung. Ada juga yang ditanami tanaman obat-obatan seperti kunyit, temu lawak, dan lainnya.

Di Langkat, terutama daerah Namu Ukur, lahan sela kebun kelapa sawit muda kategori tanaman belum menghasilkan (TBM), banyak digunakan untuk budidaya tanaman bengkuang.

�Tentu saja, tanaman sela ini bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan (bagi perkebunan rakyat sangat diperlukan) guna mengisi kekosongan produksi kelapa sawit di masa TBM,� sebut pengamat pertanian Sumut Prof Abdul Rauf ketika dihubungi MedanBisnis, belum lama ini.

Tanaman sela kata dia, juga dapat mengefisienkan pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan (HPT).

Pemeliharaan untuk tanaman sela sudah sekaligus pemeliharaan untuk tanaman utama (kelapa sawitnya). Lebih khusus, kehadiran tanaman sela juga menambah biomassa tanah.

Apalagi bila tanaman sela-nya dari golongan leguminosa (tanaman kacangan, seperti kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan sebagainya) yang dapat menambah kesuburan tanah. Karena akarnya bersimbiosis dengan bakteri Rizhobium yang dapat memdiksasi Nitrogen udara dan menambah Nitrogen tanah.

Nitrogen merupakan unsur hara makro dan esensial diperlukan oleh semua jenis tanaman. Biomassa tanah dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Kadar bahan organik tanah yang subur dan sehat harus dipertahankan sebanyak 3-5%.

�Tentunya, kehadiran tanaman sela dapat membantu mempertahankan kadar bahan organik tanah tersebut melalui sumbangan biomassanya,� ujar Rauf yang merupakan Guru Besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian USU itu.

Kebaikan lainnya kata dia, adalah dapat mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan (menstabilkan politik pangan).

Paling penting juga, tanaman sela dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tanaman. Karena dengan adanya tanaman sela, hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman utama (kelapa sawit) akan terdistribusi ke tanaman sela, sehingga intensitas serangannya, baik di tanaman utama maupun tanaman sela menjadi rendah. (elvidaris simamora)