Pemerintah Dukung Pengelolaan Limbah Industri Sawit

 

Pemerintah tengah mempelajari Teknologi Novel Algae yang ditawarkan oleh Jepang dengan tujuan untuk mengubah limbah kebun kelapa sawit menjadi omega tiga dinilai dapat memberikan nilai tambah dan manfaat pangan yang lebih besar.

“Kerangka Kerja Palm 5.0, yang menerapkan Teknologi Novel Algae dapat memperoleh pengembalian finansial dan lingkungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis perkebunan dasar,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (24/5).

Hal tersebut diungkapkan Darmin saat menyampaikan pidato kunci dalam acara Biobased (Circular) Economy Investment Forum. Ia menjelaskan, limbah POME yang berbahaya, diperkirakan akan mencapai 130 juta ton pada 2030, dapat digunakan sebagai balian baku untuk menghasilkan DHA yang berkualitas dan bernilai harga tinggi.

“Saat ini, pabrik CPO Indonesia memproduksi sekitar 455 ribu ton POME per hari. Ini adalah limbah besar yang dibebani ke lingkungan. Belum lagi CO2 dan efek berbahaya lainnya,” kata Darmin.

Darmin menyampaikan teknologi pengelolaan limbah ini dapat menguntungkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil CPO terbesar di dunia.

Sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit, tambah Darmin, dengan Teknologi Novel Algae ini Indonesia dapat diuntungkan meliputi investasi dan ekspor yang baik, penyelesaian masalah limbah, dan yang paling penting peningkatan skala perekonomian di daerah pengembangan Palm 5.0.

Untuk itu, ia menyambut potensi kerja sama pengelolaan limbah sawit dengan salah satu universitas terkemuka di Jepang yaitu Universitas Tsukujsa yang terkenal sebagai pusat penelitian algae di dunia.

Teknologi komersial dari universitas ini dapat mengatasi masalah POME dengan mengurangi tingkat permintaan Oksigen Biokimia, sekaligus mengubah menjadi produk bernilai tinggi, seperti Omega 3 dan tepung ikan.

“Kami senang memiliki lembaga pendukung untuk pengembangan teknologi Palm 5.0 bagi kebaikan, dunia dan lingkungan serta membawa pengembalian laba yang Iebih tinggi untuk industri sawit,” kata dia.

Dengan kondisi yang ada. Darmin mengharapkan dukungan dan partisipasi semua pemangku kepentingan agar konsep Palm 5.0 dapat terwujud.

“Meskipun kami memiliki tim kami sendiri yang berkomitmen dan mahir dalam bidang ini, namun tidak akan terwujud tanpa dukungan dan partisipasi semua pemangku kepentingan,” ujar dia.

 

Sumber: Investor Daily Indonesia