Pemerintah Siaga Pasokan Bahan Pokok

JAKARTA – Pemerintah dan pelaku usaha akan turun ke pasar untuk mengalirkan pasokan kebutuhan pokok hingga 2 hari menjelang Lebaran di tengah adanya potensi kenaikan harga sejumlah komoditas.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengungkapkan pihaknya telah meminta kepada sejumlah pelaku usaha untuk terjun langsung ke pasar memberikan pasokannya. Tujuannya, untuk menjaga kestabilan harga.

“Pelaku usaha diminta untuk turun ke pasar hingga H-2 terutama untuk komoditas mimak

goreng dan daging,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (20/6).

Tjahya menjelaskan harga beberapa komoditas memang masih tinggi meski berangsur turun. Salah satunya adalah bawang putih jenis kating.

“Bawang putih jenis itu memang masih langka tetapi jika bawang putih jenis honan bisa di bawah Rp30.000,” jelasnya.

Pihaknya menyebut akan melakukan operasi pasar ke salah satu pasar di Jakarta pada Rabu (21/6). Hal tersebut dilakukan untuk menekan harga bawang putih.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indo-

nesia (Ikappi) Abdullah Man-suri menilai fase sepekan jelang Idulfitri menjadi momen paling rumit. Pasalnya, setiap tahunnya selalu terjadi kenaikan harga.

Kendati demikian, dia menilai kenaikan pada tahun ini relatif kecil dibandingkan dengan S tahun sebelumnya. Namurf, beberapa komoditas, menurutnya, masih mengalami kenaikan harga dikup tinggi.

“Permintaan akan tinggi di hari-hari ini, karena THR [tunjangan hari raya] baru keluar dan budaya masyarakat konsumtif jelang Lebaran.”

Dia mengatakan solusi dari permasalahan tersebut adalah

dengan mencukupi pasokan komoditas di pasar.

Hal itu menurutnya telah dilakukan melalui antisipasi yang cukup oleh pemerintah.

Sementara itu asosiasi pedagang pasar dan produsen minyak goreng menyepakati harga dari pabrik sampai dengan ke pedagang senilai Rp9.135 per liter.

Penetapan itu kelanjutan dari penandatangan nota kesepahaman antara asosiasi pedagang pasar dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia untuk mendistribusikan langsung dari pabrik ke pasar.

Sumber: Bisnis Indonesia