Peremajaan Lahan Sawit Capai 33 Ribu Hektare

Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat total lahan sawit yang sudah diremajakan mencapai 33.671 hektare (ha). Sementara masih ada 28.676 ha lagi lahan yang menunggu proses peremajaan sampai dengan akhir tahun ini.

“Jadi totalnya kira-kira sampai 15 hari ke depan 33.671 ha ditambah 28.676 hektare,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Desember 2018.

Menurut dia ada beberapa kendala belum siapnya lahan petani sawit untuk dilakukan peremajaan (replanting). Kendala itu yakni kesiapan administrasi para pertani mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga Kartu Keluarga (KK) yang masih menunggu proses.

Dirinya menambahkan pemerintah sudah mempermudah prosedur bagi petani yang ingin meremajakan lahan sawitnya. Apalagi petugas dinas pertanian yang ada di kabupaten maupun provinsi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang masih enggan melakukan peremajaan.

“Masyarakat juga sebenarnya masih sayang kebun kelapa sawitnya itu diremajakan, masih ada hasilnya. Jadi enggak ada ceritanya bahwa realisasi peremajaan ini lambat dan sebagainya, kita ikuti kehendak masyarakat,” jelas dia.

Adapun peremajaan lahan sawit telah dilakukan di 27 provinsi di Indonesia. Bambang menyebut pemerintah memang menargetkan 185 ribu ha peremajaan lahan sawit. Namun realisasinya belum sesuai harapan karena dibutuhkan penyuluhan kepada para petani.

“Kita mendata petani yang mau, kan enggak mungkin kita paksakan petani yang enggak mau meremajakan. Ternyata butuh juga penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat bahwa peremajaan itu penting dan menguntungkan di jangka panjang,” pungkasnya.

 

Sumber: Metrotvnews.com