Peremajaan Sawit Buat Indonesia Makin Sejahtera

 

Jakarta – Program replanting atau peremajaan sawit rakyat dinilai akan membawa bangsa Indonesia semakin sejahtera dan berdaulat, apalagi peremajaan kebun sawit rakyat tersebut didukung penuh oleh pemerintah dan dunia usaha.

“Kesediaan Presiden Jokowi untuk menandai program replanting ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor kelapa sawit,” kata Wakil Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Rino Afrino di sela-sela acara WPLace (World Plantation Conference and Exhibition) di Jakarta, (19/10/2017

Masyarakat, tambahnya, semakin termotivasi untuk menanam sawit setelah kehadiran Presiden Jokowi di Kabupaten Musi Banyuasin pekan lalu untuk menanam perdana dalam program replanting kebun rakyat.

Menurut dia, maju mundurnya kelapa sawit sangat mempengaruhi kehidupan dari 22 juta masyarakat sehingga dampaknya besar bagi pembangunan ekonomi, khususnya upaya penciptaan lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia.

Dukungan pemerintah yang jelas juga terlihat dari kerja keras Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Luar Negeri untuk memajukan industri ini melalui berbagai forum nasional dan global.

“Keberpihakan pemerintah Jokowi sangat jelas dan perlu diapresiasi melalui kerja keras dan pantang menyerah dari para pemangku kepentingan sawit dalam berbagai forum,” kata Rino.

Ketua Forum Tani Indonesia (Fortani) Wayan Supadno seperti dilansir  Antara mengharapkan peluang tersebut dimanfaatkan para lulusan perguruan tinggi kembali ke desa untuk menanam sawit.

“Pemerintah perlu mendorong para lulusan perguruan tinggi terutama dari fakultas pertanian untuk menjadi wirausaha muda sawit,” katanya.

Wayan yang juga petani sawit asal Pangkalan Bun mengungkapkan, keterlibatan wirausaha muda sawit yang berpendidikan diharapkan mampu mepercepat pertumbuhan industri sawit nasional.

“Jika petani sawit berpendidikan maka tidak mudah bagi industri ini disisipi oleh kepentingan kelompok tertentu seperti LSM,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo menilai pemerintahan Jokowi menyadari pentingnya upaya melindungi komoditas strategis seperti sawit dari gempuran berbagai hambatan dagang serta kampanye negatif.

Mengacu pada sejarah, lanjutnya, negara-negara industri maju di dunia umumnya memulai dengan kebijakan melindungi komoditas strategis mereka.

Amerika Serikat, misalnya, sejak ratusan tahun lalu hingga kini tetap melindungi empat komoditas strategis mereka, yakni gandum, kapas, kedelai, dan jagung .

“Proteksi pemerintah AS tidak hanya soal hambatan dagang, namun juga ketersediaan lahan yang mencukupi serta subsidi bagi petani secara besar-besaran,” katanya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengatakan program replanting sawit dapat menghasilkan nilai tambah produktivitas sebesar Rp125 triliun per tahun.

Menurut dia, dari total 11,9 juta hektare kebun kelapa sawit Indonesia terdapat 4,7 juta hektare atau sekitar 48 persen adalah perkebunan rakyat.

Sebanyak 2,4 juta hektare di antara perkebunan sawit rakyat itu masih dikelola dengan cara tradisional sehingga kurang produktif.

 

Sumber: Industry.co.id