Perjanjian Kemitraan Indonesia-Chile permudah ekspor ke Amerika

 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Chile atau Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) akan mempermudah ekspor produk Indonesia ke Amerika Selatan.

CEPA ini win win solution untuk kedua negara dalam meningkatkan kesejahteraan keduanya dan kerja sama ini secara spesifik juga akan menjadikan Chile sebagai hub Indonesia ke Amerika latin dan juga menjadikan Indonesia sebagai hub Chile memasuki pasar Asia, kata Mendag di Jakarta, Selasa.

Menurut Enggar, kerja sama tersebut merupakan kesempatan baik untuk para pelaku usaha dan media untuk mendorong kemitraan kedua negara dalam membuka peluang bisnis.

Saya berharap kedua negara bisa menyelenggarakan forum bisnis dan business matching yang diselenggarakan setiap tahun oleh kedua negara, ungkap Enggar.

Produk utama Indonesia yang mendapat preferensi di antaranya: minyaksawitdan turunannya, kertas dan bubur kertas, perikanan, makanan dan minuman, produk otomotif, alas kaki, mebel, perhiasan, sorbitol, produk tekstil dan lainnya.

Sesuai kesepakatan, setelah implementasi IC-CEPA dilaksanakan, kedua negara akan melanjutkan perundingan ke tahap selanjutnya, yaitu perdagangan di sektor jasa dan investasi.

Setelah perjanjian tarif barang, tahap selanjutnya adalah perundingan di bidang jasa dan investasi, karena memang IC-CEPA dilakukan bertahap. Untuk tenggat waktunya, akan dibahas lebih lanjut melalui Joint Committee IC-CEPA yang akan bertemu sesuai kesepakatan bersama, kata Mendag.

Total perdagangan Indonesia-Chile pada 2018 mencapai 274 juta dolar AS.

Sementara itu, untuk periode Januari-Maret 2019, total perdagangan kedua negara mencapai 56,1 juta dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 34,9 juta dolar AS dan impor sebesar 21,2 juta dolar AS.

Chile merupakan negara tujuan ekspor Indonesia dengan total ekspor 158,9 juta dolar AS pada 2018, meningkat 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 158,5 juta dolar AS.

 

Sumber: Antaranews.com