Persaingan Minyak Nabati Global

 

Bagian II

Hal ini memberi pesan kuat bagi pelaku industri sawit Indonesia serta good will pemerintah untuk melakukan goverment intervention melalui sejumlah kebijakan dalam agenda dan road map persawitan Indonesia di masa mendatang. Bila tidak maka posisi Indonesia sebagai produsen CPO dunia dan sekaligus sumber utaman nabati dunia akan kembali digantikan oleh minyak kedelai, dan Uni Eropa tidak lagi sebagai pangsa pasar terbesar ketiga dunia di masa mendatang.

Dari 17 jenis oil and fat, terdapat 4 jenis minyak nabati yang paling banyak di konsumsi dan di perdagangkan yakni minyak kedelai (soybean oil), Minyak sawit (CPO), minyak rapeseed (canola) dan minyak bunga matahari (sunflower oil). Pola konsumsi minyak nabati suatu negara tercermin dari proporsi atau pangsa/share masing-masing sumber minyak nabati, yang ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor yang paling menentukan adalah besarnya produksi domestik, dan apabila volume konsumsi domestik lebih besar dari produksi domestik, maka sesuai dengan prinsip open economy, maka kebijakan perdagangan yang dilakukan adalah impor. Kebijakan impor barang substitusinya sangat ditentukan oleh faktor harga komoditas yang paling murah.

 

Sumber: Sawitindonesia.com