Petani Sawit Tolak Kampanye Hitam

Petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) menggelar petisi “Tolak Black Campaign terhadap Sawit”, di sela-sela 14th International Palm Oil Conference and Price Outlook 2019 (IPOC), pada pekan lalu.

Aksi yang tidak masuk pada agenda acara, namun mendapat simpatik dan antusias dari banyak peserta. Termasuk, Ketua Umum Gabungan Pengusana Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono memimpin langsung aksi penandatanangan petisi “Tolak Black Campaign terhadap Sawit”.

Setelah Joko Supriyono membubuhkan tandatangan, kemudian diikuti oleh pengurus lain GAPKI serta para eksekutif perusahaan sawit seperti Joelfy Bachroeni (Penasehat), Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sarjono, dan lainnya.

Joko Supriyono memberikan saran pada Ketua Umum DPP Asosiasi SAMADE Tolen Ketaren, mengajak peserta yang melintas di booth SAMADE untuk menandatangani petisi “Tolak Black Campaign terhadap Sawit” secara persuasif. “Terangkan kepada mereka kenapa aksi penandatangan penolakan black campaign sawit ini dilakukan,” saran Joko.

Saran tersebut juga disambut baik oleh Tolen Ketaren dan seluruh pengurus SAMADE. Terbukti, tak lama kemudian petani, pengusaha, dan para stakeholder sawir secara yang bergiliran menandatangani petisi yang dibentangkan di dinding booth SAMADE.

Tolen Ketaren mengatakan pihaknya melakukan aksi sepenuhnya didasari kesadaran dan tanpa paksaan. Sebab, mereka sendiri selaku petani sawit swadaya, langsung atau tidak langsung, merasakan dampak negatif dari black campaign sejumlah pihak terhadap sawit Indonesia.

Menurutnya, harga Tandan Buah Segar (TBS) turun saat ini tidak bisa hanya disebabkan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. “Kita harus akui bahwa aksi black campaign oleh pihak luar serta sejumlah LSM di Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, Tolen menegaskan, petani sawit swadaya akan menderita jika aksi black campaign sawit dibiarkan tanpa ada pencegahan dari pemerintah. Sebab, apabila fitnah terhadap sawit dibiarkan, maka publik akan mengangggap tuduhan itu benar.

 

Sumber: Sawitindonesia.com