Saatnya Menerapkan Efisiensi Di Kebun Sawit

Akhir-akhir ini banyak muncul pertanyaan yang hampir seragam, baik dari petani, maupun para planters, yakni kapan sejatinya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit akan kembali melonjak? Lantas, apa dampaknya bila kebun sawit yang ada tidak dilakukan pemupukan atau dosis dikurangi?

Pertanyaan ini tentu saja sangat sulit dijawab, sebab terkait harga minyak sawit, banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya oleh permintaan dan ketersediaan (supply and demand), kompetisi dengan komoditi minyak nabati lain, serta daya beli dan konsumsi.

Ditengarai dari beberapa faktor yang mempengaruhi harga minyak sawit dunia pula muncul adanya perang dagang yang akhirnya menekan harga komoditas di dunia, termasuk terbitnya beragam regulasi dan hambatan dagang dari para negara konsumen minyak sawit di dunia. Bila sudah masuk ranah ini maka sudah di luar kajian agronomis.

Ketimbang terus mengecam dan menyesali nasib mengapa mereka (negara-negara besar dunia) melakukan perang dagang lebih untuk berpikir ke dalam dan mulai mengecangkan ikat pinggang; dengan kata lain menerapkan efisiensi.

Efisiensi dalam tulisan ini adalah dengan tidak mengutak-atik Man Power Planning (MPP) dan meminimalisir risiko terhadap aspek fisiologis tanaman. Maka sejatinya cara yang paling manjur untuk efisiensi adalah meningkatkan produktivitas.

Ide-ide cemerlang dan ketekunan menerapkan prinsip perbaikan secara berkelanjutan secara konsisten mesti tetap dilakukan dan jangan sampai kendor, bila sudah mencapai produktivitas atau output yang lebih baik ganjal supaya tidak mundur bahkan semestinya ditingkatkan. Lantas apa kiat yang harus dilakukan supaya produktivitas bisa terus meninggi?

Pertama, untuk melakukan efisiensi manfaatkan material yang tidak terpakai. Coba cek di gudang ada material yang masih layak pakai tetapi perlu sedikit polesan dan perbaikan, misalnya beberapa alat semprot yang dapat dipergunakan lagi setelah dikanibal dengan alat semprot lain, beberapa spare part yang sudah lama tidak terpakai dan banyak barang bekas lainnya.

 

Sumber: Infosawit.com