Sah, India mengerek tarif impor CPO 2 kali lipat

 

Pekerja mengawasi pengaliran minyak sawit mentah (CPO) dari kapal pengangkut ke truk tangki di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (19/9/2014). Melimpahnya pasokan dan menurunnya permintaan membuat harga CPO di pasar dunia anjlok. Pemerintah mendorong optimalisasi penerapan kebijakan kewajiban penggunaan biodiesel yang berbahan baku CPO untuk mendorong konsumsi CPO dalam negeri. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

 

India telah menaikkan tarif impor untuk Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO).

“Penaikan tarif impor India sudah diberlakukan,” ujar Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Indistri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) kepada KONTAN di Jakarta, Selasa (22/8).

Tarif impor CPO mengalami kenaikan sebesar 100% dari sebelumnya. Sebelumnya tarif impor CPO sebesar 7,5% naik menjadi 15%. Sementara untuk RBDPO yang sebelumnya 15% naik menjadi 25%.

Pemberlakuan tarif impor dinilai Sahat untuk menekankan agar India lebih memilih untuk membeli CPO dari Indonesia lalu diolah di India.

Padahal Sahat mengaku Indonesia ingin nilai tambah dari CPO bisa didapatkan di Indonesia. Selain itu Sahat menilai adanya upaya proteksi dari India terhadap soy bean oil.

Hal tersebut diakui oleh Sahat akan menghambat ekspor CPO ke India. Padahal sebelumnya India menjadi importir terbesar. Sahat bilang bila kondisi seperti ini berlanjut bukan tidak mungkin akan ada pengurangan impor ke India.

 

Sumber: Kontan.co.id