Sawit Penyumbang Devisa Negara

 

 

Manfaat minyak sawit tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia saja melainkan hampir seluruh masyarakat dunia ikut menikmatinya melalui kegiatan eskpor minyak sawit Indonesia keberbagai negara. Negara-negara utama tujuan eskpor minyak sawit Indonesia selama ini adalah India, China, Europa Union dan negara lainnya. Minyak sawit sebagai minyak nabati yang tersedia dalam volume yng cukup secara global dan dengan harga kompetitif menyebabkanminyak sawit banyak di komsumsi di hampir setiap negara.

Kehadiran minyak sawit juga mengurangi masalah trade-off fuel-food yang dihadapi negara-negara maju termasuk Uni Eropa. Sebagaimana analisis OECD (2017) jika EU mengurangi 10% saja konsumsi BBM fosil dan digantikan dengan biofuel (sebagaimana EU energy directive) Uni Eropa harus mengkonversi 70% lahan pertaniannya menjadi tanaman minyak nabati. Sedangka untuk mensubsitusi 10% diesel dengan biodiesel berbasis kedelai, USA harus mengkonversi 30% lahan pertaniannya untuk kebun kedelai, sehingga akan menggangu ketahanan pangan USA dan EU bahkan secara global.

Dengan ketersediaan minyak sawit secara internasional program subtitusi BBM fosil dengan biodiesel dapat dilakaukan Uni Eropa dan USA tanpa mengkonversi lahan pertaniannya. Hal ini untuk Uni Eropa telah terkonfirmasi dimana sekitar 38% impor minyak sawit EU dipergunakan untuk energi baik biodiesl maupun listrik.

Ketersedian minyak sawit di negara-negara maju menciptakan manfaat ekonomi di negara-negara inmportir. Untuk Uni Eropa misalnya, manfaat ekonomi yang tercipta di EU akibat penggunaan minyak sawit setiap tahun meningkatkan GDP Uni Eropa sebesar 5,7 miliar Euro, menciptakan penerimaan pemerintah 2,6 miliar Euro dan menciptakan kesempatan kerja 117 ribu orang.

 

Sumber: Sawitindonesia.com