Sekjen GAPKI Berbicara Dalam Seminar Gastronomi Indonesia

Kampanye positif sawit dapat dikemas lebih kreatif untuk memperkenalkan manfaatnya kepada masyarakat. Cara yang bisa dilakukan mendekatkan produk turunan sawit dengan ragam makanan Indonesia.

“Masyarakat Indonesia dapat diperkenalkan bahwa makanan Indonesia tidak lepas dengan produk turunan sawit. Bukan hanya minyak goreng, adapula margarin maupun butter cocoa,” kata Kanya Lakshmi, Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dalam jumpa pers Seminar Gastronomi Indonesia, di Jakarta, Senin (22 Oktober 2018).

Kanya menjelaskan bahwa penyebaran informasi sawit yang bersifat positif dapat dilakukan lebih kreatif dan out of the box. Kegiatan melalui seminar dan pameran gastronomi ini salah satunya. Masyarakat perlu tahu untuk membuat makanan menjadi renyah dan crispy dibutuhkan minyak goreng dari sawit.

“Tradisi goreng menggoreng itu turun temurun dalam masakan Indonesia. Disinilah sawit berperan penting. Dari aspek kesehatan, sawit seimbang untuk kandungan lemak jenuh dan tak jenuh,” ujarnya.

Kanya Laskhmi mewakili GAPKI akan menjadi pembicara Seminar Gastronomi Indonesia di Kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia Gedung III, Selasa (23 Oktober 2018). Dalam sesi tersebut, hadir pula Letjen (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan, Dubes RI Untuk Perancis dan Helmy Yahya, Dirut TVRI.

Indonesian Gastronomy Association (IGA) bekerjasama dengan Sekretariat Kabinet (SetKab) Republik Indonesia berencana menggelar acara Seminar Nasional Gastronomi Indonesia dengan tema Peran Gastronomi Indonesia dalam menumbuhkan GastroPreneurship dan memperkuat Diplomasi Indonesia.

Seminar Nasional Gastronomi Indonesia rencananya akan dihelat pada tanggal 23 Oktober 2018 di Kantor Sekretariat Kabinet (SetKab) Republik Indonesia dan dihadiri oleh 200 orang peserta dari kalangan IGA, Sekretariat Kabinet & Lembaga Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi Kota & Kabupaten), Ormas lainnya (seperti APPSI, APKASI, APEKSI, PHRI, GAPMMI, KADIN, HIMPI, IWAPI, APINDO, HIPPI, ICA, APJI dan lain sebagainya) serta kalangan Perguruan Tinggi.

Direncanakan opening & Keynote Speech Seminar Nasional Gastronomi oleh bapak Pramono Anung, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia

Seminar Nasional Gastronomi Indonesia mengangkat 3 (tiga) topik yakni: Branding Power, Entrepreneurship Ratio, Gastro Diplomacy & Culinary Diplomacy

Sebagai puncak acara, pada hari Kamis tanggal 25 Oktober 2018, bertempat di Gedung Krida Bhakti Sekretariat Negara, diselengarakan acara GastroNesia Mini PotLuck Festival yang akan menghadirkan 400 orang dari peserta Seminar sendiri dengan tambahan dari kalangan korps diplomatik Kedutaan Besar Negara Sahabat maupun kalangan terhormat.

GastroNesia Mini PotLuck Festival menghadirkan lebih kurang 300 aneka hidangan makanan Indonesia & antar bangsa serta atraksi penampilan tarian tradisional Papua & Sunda.

Acara Seminar & Potluck didukung oleh BPDPKS, Technogas, BCA, Waroeng Kita, Minyak Goreng Sania, Bank Mandiri, BNI Life Insurance, Bank Bukopin & Indofood

 

Sumber: Sawitindonesia.com