Tahun Ini, 4 Pembangkit PLN Pakai 100% Minyak Sawit

Tahun ini, PT PLN (Persero) akan mengganti sumber energi untuk empat pembangkit listriknya dari diesel menjadi 100% minyak sawit (crude palm oil/CPO). Keempat pembangkit listrik tersebut yakni, PLTD Kanaan 10 MW Bontang, PLTD Batakan 40 MW Balikpapan, PLTD Supa 62 MW Pare-pare, dan PLTMG Jayapura 10 MW.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roek-man mengatakan, konversi sumber energi dilakukan pada tahun ini.

“Tahun ini yang akan kita ganti full CPO 100%, Batakan, Pare-pare, dan PLTMG Jayapura. Satu lagi Kanakan,” katanya.

Dia mengatakan, perseroan berupaya mengurangi pemakaian energi fosil. Pengurangan tersebut dilakukan secara bertahap.

“Sekarang memang bertahap yang kemarin belum bisa digantikan sebenarnya hanya startup PLTG yang kemarin belum bisa tergantikan. Tapi yang PLTD-PLTD itu sekarang semuanya sudah B20, bahkan beberapa tempat sudah ada B30,” jelasnya. Syofvi kembali mengatakan, empat pembangkit itu akan pakai 100% CPO pada tahun ini. “Itu target tahun ini, dari eksisting jadi CPO,” ujarnya.

Potongan Harga

Sementara itu, PLN juga akan memberikan potongan harga atau diskon kepada pelanggan yang memiliki mobil listrik, motor listrik, dan kompor induksi atau biasa disebut kompor listrik. Ada dua jenis diskon yang bakal dikeluarkan yakni potongan tarif penggunaan dan biaya tambah daya.

Syofvi Felienty Roekman mengatakan, diskon ini ditargetkan rilis pada akhir bulan ini atau awal Maret 2019. “Kalau bisa akhir bulan ini kita keluarkan, mudah-mudahan 1 Maret bisa,” katanya.

Syofvi menjelaskan, diskon penggunaan listrik akan diberikan ke pelanggan yang memiliki kendaraan listrik. Diskon ini berlaku pada pukul 22.00 hingga pukul 04.00. Pada waktu tersebut sering dipakai untuk pengisian daya kendaraan listrik.

Sementara, diskon untuk tambah daya diberikan untuk pelanggan yang memiliki mobil, motor dan kompor listrik.

“Pertama, diskon kalau kalian nge-charge jam 10 malam sampai 4 pagi. Kedua, diskon tambah dayanya kalau punya mobil listrik jauh lebih besar dibanding kamu hanya punya motor listrik, atau kompor induksi, tapi kita mau izin dulu sama Pak Jonan. Tapi direksi sudah sepakat,” terangnya.

Soal besaran diskon, Syofvi belum bisa memaparkan secara rinci. Dia hanya bilang, untuk diskon penggunaan listrik tak sampai 50%.

Sementara, untuk tambah daya diskonnya bisa sampai 50% terutama untuk pemilik mobil listrik. Pemberian diskon tambah daya ini bakal bertingkat. “Diskon tambah daya yang punya mobil listrik bisa 50%. Jadi gini, kalau punya kompor induksi tak (saya) diskon, punya mobil listrik tak diskon lebih bayak,” ujarnya.

Sumber: Investor Daily Indonesia