Tanpa Masalah Mesin Kereta Api Palembang-Lampung Gunakan Biodiesel

 

Mesin lokomotif kereta api Palembang-Lampung yang diuji coba menggunakan bahan bakar minyak jenis biodiesel 20 persen cukup aman dari gangguan kerusakan.

Kepala UPT Depo Lokomotif Besar B Tanjung Enim Baru, Nurdin, Sabtu, mengatakan, berdasarkan pengecekan kondisi mesin kereta yang menggunakan biodiesel 20 persen (B20) dalam tiga bulan tetakhir ini tidak ada kendala yang dapat mengganggu operasional pelayanan kereta api di wilayah kerja PT KAI Divre III Palembang.

Kinerja mesin lokomotif yang menggunakan solar murni (B0) dengan menggunakan solar campuran minyak kelapasawit20 persen (B20) secara umum tidak ada perbedaan.

“Untuk memastikan penggunaan biodiesel 20 benar-benar aman untuk lokomotif kereta api, pihak siap memfasilitasi tim ahli dari BPPTdan ITB melakukan pengecekan mesin dan tanki BBM lokomotif yang telah melakukan perjalanan panjang rute Palembang-Lampung ketika masuk ke Depo Tanjung Enim Baru,” katanya.

Sementara sebelumnya Tim Kementerain ESDM, BPPT, dan ITB mengecek uji coba penggunaan biodiesel 20 persen pada kereta api di Depo Lokomotif PT KAI Palembang.

Pengecekan di UPTD Depo Lokomotif Besar A Kertapati PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang, Jumat (18/5), dipimpin Staf Ahli Menteri ESDM/Ketua Tim Tes B20 pada Kereta Api, Dadan Kusdiana.

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Menteri ESDM Dadan menjelaskan berdasarkan evaluasi tim dan pihak PT KAI dalam tiga bulan terakhir tidak ada masalah berarti atau gangguan mesin secara khusus dalam penggunaan bahan bakar minyak jenis B20 dan B0 atau solar murni.

Berdasarkan uji kinerja mesin lokomotif yang menggunakan B0 dengan B20 hanya terjadi selisih konsumsi B20 lebih banyak 1-3 persen dibandingkan dengan menggunakan solar biasa.

Sementara berdasarkan uji emisi CO lokomotif yang menggunakan B20 lebih baik atau ramah lingkungan dibandingkan dengan yang menggunakan solar B0.

“BBM yang menggunakan campuran minyak kelapasawitatau dari biomasa yang mengandung oksigen itu karbonnya netral,” ujarnya.

Melihat perkembangan menggembirakan dalam uji coba/tes penggunaan biodiesel 20 persen pada kereta api yang belum pernah dilakukan negara manapun, memungkinkan penggunaan B20 diterapkan secara permanen pada lokomotif PT KAI.

Untuk menyempurnakan uji coba B20 itu, mereka didukung tim BPPT dan ITB akan melanjutkan tes penggunaan BBM biomasa itu untuk periode tiga bulan ke depan.

 

Sumber: Antaranews.com