Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Di Indonesia Berkelanjutan Dari Perusahaan Sampai Petani

 

Bagian I

Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia dikeleola dengan mengacu pada prinsip-prinsip manajemen/kultur teknis yang disesuaikan dengan kondisi lokal (tailor made) dan kebijakan tata kelola pembangunan perkebunan secara keseluruhan. Seluruh mata rantai proses produksi (Supply Chain) memiliki standar proses output.

Pada mata rantai proses produksi TBS (mulai dari penanaman, pemeliharaan, pemanenan) mengacu pada manajemen perkebunan terbaik (Good Agriculture Practices) dan ISO. Pada proses produksi CPO di PKS (CPO Mill) maupun industri hilir minyak sawit juga mengacu pada manajemen pabrik pengelolaan terbaik (Good Manufacturing Practices) dan ISO. Seangkan standar kualitas produk mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).

Implementasi Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit Pada Level Perusahaan

Level Perusahaan
Good Agriculture Practices
Good Manufacturing Practices
ISO 9001 (Quality Management System)
ISO 14000 (Enviromental Management Standard)
ISO 26000 (Corporate Social Responsibility)
SMK 3 (Sistem manajemen Kesehatan Kerja)
ISPO/RSPO (Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan)
Good Corporate Governance
Klasifikasi Perkebunan Kelapa Sawit
Standar Nasional Indonesia (SNI) : Agroinput, TBS, CPO, Minyak Goreng dan lainnya

 

Sumber : Mitos vs Fakta, PASPI 2017

 

Sumber: Sawitindonesia.com